Ekonomi & Bisnis

Tutup BIK 2026, OJK Sultra Beberkan Capaian Ribuan Rekening Baru dan Pembiayaan UMKM

14
×

Tutup BIK 2026, OJK Sultra Beberkan Capaian Ribuan Rekening Baru dan Pembiayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp67,50 miliar selama dua hari pelaksanaan, 24–25 Oktober 2026.

Lensatimor.Com – Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp67,50 miliar selama dua hari pelaksanaan, 24–25 Oktober 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Eks MTQ Sultra tersebut juga mencatat 5.778 pengunjung, pembukaan 4.889 rekening baru, serta 200 peserta edukasi keuangan.

Capaian itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat menutup kegiatan BIK 2026, Minggu (25/10/2026) malam.

Dalam sambutannya, Bismi menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak semata-mata diukur dari besarnya angka penyaluran pembiayaan atau banyaknya rekening yang dibuka, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Angka itu secara statistik, tapi satu rekening adalah satu keluarga yang mulai menabung untuk masa depan anaknya. Setiap satu petani yang tidak lagi takut kehilangan segalanya. Setiap satu warga yang teredukasi adalah satu korban investasi ilegal yang berhasil kita selamatkan,” ujar Bismi.

Menurutnya, capaian BIK 2026 menjadi gambaran bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan perlindungan masyarakat dari berbagai risiko keuangan.

Bismi mengatakan, BIK 2026 menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Akses pembiayaan yang semakin luas diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, memperkenalkan produk unggulan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Di saat yang sama, penguatan ekonomi daerah perlu tetap berpijak pada kekayaan budaya dan identitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa agar generasi muda memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pinjaman ilegal, judi online, dan investasi bodong yang dapat merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bismi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara dan jajaran pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh lembaga jasa keuangan yang berkolaborasi menyukseskan BIK 2026.

Menurutnya, dukungan para pemangku kepentingan bukan sekadar bentuk kehadiran dalam sebuah kegiatan seremonial, melainkan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, perluasan akses keuangan membutuhkan kerja sama berkelanjutan agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok dan pulau-pulau terluar.

Bismi juga mengaitkan semangat inklusi keuangan dengan kecintaan terhadap tanah air. Baginya, nasionalisme harus diwujudkan melalui upaya memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkembang dan menikmati kemajuan ekonomi.

“Bagi saya, mencintai tanah air bukan hanya mengibarkan bendera. Mencintai tanah air adalah memastikan tidak ada satu pun anak negeri yang tertinggal dari kemajuan,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada nelayan yang terjerat rentenir, petani yang jatuh miskin akibat gagal panen, maupun generasi muda Sultra yang kehilangan tabungannya karena investasi bodong.

Karena itu, berakhirnya BIK 2026 tidak boleh menjadi akhir dari upaya meningkatkan inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara.

“BIK memang berakhir di hari ini, tapi kami memohon kepada Bapak, Ibu, dan teman-teman semuanya, mari kita jadikan hari ini bukan akhir, melainkan sebuah awal dari perjalanan,” kata Bismi.

Ia memastikan OJK Sultra bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemangku kepentingan terkait akan terus mendorong edukasi dan perluasan akses keuangan masyarakat.

“Kami siap berjalan di sisi Bapak dan Ibu sekalian, dari kota hingga pulau-pulau terluar, sampai setiap rumah tangga di Bumi Anoa,” pungkasnya.(Sri Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *