LT.com, KENDARI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari bekerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari atau Basarnas menggelar simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus meningkatkan kemampuan petugas dan warga binaan dalam melakukan penyelamatan secara cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi.
Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 30 pegawai Lapas Perempuan Kendari dan 40 warga binaan. Kegiatan juga melibatkan lima instruktur dari KPP Kendari yang memberikan pembekalan mengenai pengetahuan dasar pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, menyampaikan apresiasi kepada jajaran KPP Kendari atas dukungan dan pendampingan dalam pelaksanaan simulasi tersebut.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana di lingkungan pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri. Sebab, upaya penyelamatan harus mengutamakan keselamatan seluruh penghuni lapas, baik petugas maupun warga binaan, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.
Karena itu, kolaborasi dengan Basarnas dinilai penting untuk memberikan pemahaman praktis mengenai teknik penyelamatan, prosedur evakuasi darurat, penanganan awal korban, penggunaan peralatan keselamatan, hingga koordinasi antarpersonel ketika menghadapi situasi darurat.
Agustina menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.
“Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga. Ketepatan dalam mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta pemahaman terhadap prosedur penyelamatan dapat menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa manusia,” terangnya.
Tidak hanya bagi petugas, simulasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan agar mampu mengenali tanda-tanda bahaya, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mengetahui langkah penyelamatan diri secara tertib sesuai arahan petugas.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Perempuan Kendari turut memperkuat evaluasi terhadap kesiapan prosedur tanggap darurat, jalur evakuasi, titik kumpul, serta mekanisme koordinasi dalam mengarahkan dan mengevakuasi warga binaan apabila terjadi bencana.
Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya KPP Kendari, Asmar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi pihaknya dalam memberikan pelatihan kebencanaan secara langsung kepada warga binaan pemasyarakatan.
Menurut Asmar, bencana dan musibah dapat terjadi kepada siapa saja tanpa mengenal latar belakang maupun lokasi. Oleh karena itu, pengetahuan dasar mengenai penyelamatan perlu dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di lingkungan lapas.
“Ini merupakan hal yang baru buat kami, dalam hal ini melatih warga binaan lapas. Ini membuktikan bahwa bencana maupun musibah tidak mengenal kalangan mana pun dan di mana pun,” ujar Asmar.
Ia berharap seluruh peserta dapat
mengikuti materi dengan serius dan memahami pengetahuan dasar SAR yang diberikan para instruktur.
“Olehnya, diharapkan agar para peserta dapat menyimak dengan baik dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu SAR untuk dapat diaplikasikan manakala dibutuhkan,” ungkapnya.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat struktural Lapas Perempuan Kelas III Kendari bersama lima instruktur dari KPP Kendari.
Melalui sinergi lintas instansi ini, Lapas Perempuan Kelas III Kendari berharap budaya sadar bencana semakin tumbuh, kemampuan menghadapi keadaan darurat semakin meningkat, serta seluruh jajaran dan warga binaan memiliki pemahaman yang memadai mengenai prosedur keselamatan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan latihan berkelanjutan, kedisiplinan, dan koordinasi yang baik demi meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan jiwa. (red/ID)











