Metro Kota

Pemkot Kendari Apresiasi Bank Sampah Kemenag, Gerakan Kelola Sampah Makin Meluas

681
×

Pemkot Kendari Apresiasi Bank Sampah Kemenag, Gerakan Kelola Sampah Makin Meluas

Sebarkan artikel ini
Pemkot Kendari Apresiasi Bank Sampah Kemenag, Gerakan Kelola Sampah Makin Meluas

Lensatimor.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyambut baik langkah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari yang meluncurkan program Bank Sampah bertajuk “Kelola Sampah, Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Sehat”, Kamis (1/10/2026) sore.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, mengatakan kehadiran Bank Sampah Kemenag menjadi langkah positif dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah di Kota Kendari.

Menurut Erlis, program tersebut menunjukkan adanya sinergi antara Kemenag dengan Pemkot Kendari dalam mendorong masyarakat, khususnya aparatur dan lingkungan lembaga keagamaan, agar mulai memilah sampah dari sumbernya.

“Saya sangat terkesima. Ternyata memang tidak sekadar nama. Kegiatan ini sangat mendukung dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Kendari yang mendukung program lingkungan,” kata Erlis.

Ia berharap Bank Sampah Kemenag Kota Kendari tidak hanya menjadi program internal, tetapi dapat berkembang dan menginspirasi lahirnya bank-bank sampah lainnya secara mandiri di tengah masyarakat.
Erlis mengatakan, gerakan pengelolaan sampah yang saat ini dilakukan Pemkot Kendari juga menunjukkan perkembangan positif.

Penimbangan sampah yang sebelumnya hanya dilakukan setiap Jumat di Balai Kota Kendari kini diperluas menjadi Kamis dan Jumat karena tingginya partisipasi ASN.
“Alhamdulillah jalan. Tadinya penimbangan cuma hari Jumat di Balai Kota, sekarang sudah Kamis dan Jumat karena ternyata masyarakat kita cukup banyak,” ujarnya.

Menurut Erlis, gerakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan. Secara akumulasi, nilai sampah yang terkumpul dari lingkungan ASN Pemkot Kendari disebut telah mendekati Rp100 juta.

“Kalau hitung-hitungan rupiahnya ini untuk masuk bulan kedua sudah hampir Rp100 juta,” ungkapnya.
Dari sisi volume, sampah yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai sekitar 45 ton. Sampah tersebut terdiri dari berbagai material, seperti besi, kaleng, plastik, kardus dan jenis material lainnya yang masih memiliki nilai ekonomi.

Erlis mengungkapkan, target awal yang ditetapkan Pemkot Kendari sebenarnya hanya dua kilogram sampah per ASN setiap bulan.

Namun, dalam pelaksanaannya, banyak ASN yang menyetorkan sampah melebihi target tersebut.
“Ada yang satu kali timbang itu luar biasa banyaknya, ada sampai 40 kilogram, ada 15 kilogram. Jadi memang secara tidak sadar dengan gerakan kami itu bersih-bersih di rumah,” katanya.

Ia menilai keterlibatan Kemenag melalui Bank Sampah dapat memperluas gerakan tersebut karena memiliki jaringan hingga KUA, madrasah dan pondok pesantren. Dengan demikian, edukasi mengenai pemilahan sampah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, mengatakan gerakan memilah dan mengelola sampah di lingkungan Kemenag sebenarnya telah dimulai sejak Januari 2026 dengan melibatkan sejumlah ASN.

“Launching hari ini saya senang karena kita berani memulai. Bulan Januari itu kita hanya beberapa ASN, mulai dari saya, kepala seksi dan beberapa ASN. Tapi hari ini kita sudah bergerak semua,” ujarnya.

Marni berharap gerakan tersebut dapat diterapkan di seluruh KUA, madrasah hingga pondok pesantren di Kota Kendari. Ia menilai sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.

“Insya Allah kita berharap semua dari KUA, madrasah yang ada di Kota Kendari, serta pondok pesantren itu bisa memilah sampah dan sampah itu bisa bernilai,” katanya.

Menurut Marni, gerakan tersebut juga sejalan dengan program ekoteologi yang telah dicanangkan Kementerian Agama. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab bersama.

Dalam peluncuran tersebut, Kemenag Kota Kendari turut memperkenalkan buku tabungan Bank Sampah bagi ASN. Sampah yang disetorkan akan dicatat dan dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Harapannya dengan adanya buku bank sampah ini, semua ASN mengajak keluarganya untuk bisa menjaga sampah. Kemudian sampah itu bisa bernilai dengan adanya buku tabungan. Insya Allah sedikit-sedikit menjadi bukit, dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tuturnya.

Erlis berharap gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah semakin meluas hingga seluruh masyarakat Kota Kendari. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan target Kota Kendari menuju kondisi minim sampah atau zero waste pada 2029.

“Kalau ini memang seluruh Kota Kendari, tidak hanya Kemenag, tidak hanya yang ada di Pemkot, apalagi masyarakat luas sudah melaksanakan ini, program untuk mencapai tahun 2029 zero waste itu akan tercapai,” pungkasnya. Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari beralamat di Jalan Pasaeno Nomor 7, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. (red/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *