KENDARI – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 430 Kepala Keluarga (KK) di delapan kelurahan mengalami krisis air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan pihaknya telah mendistribusikan air bersih gratis kepada warga terdampak selama dua pekan terakhir.
“Hingga hari ini, total ada 430 KK di 8 kelurahan yang sudah kami layani. Total distribusi air yang telah disalurkan mencapai 106.900 liter,” ujar Cornelius Padang, Jumat (25/09/2026).
Delapan kelurahan yang menjadi sasaran distribusi air bersih yakni Bungkutoko, Sambuli, Mangga Dua, Mata, Gunung Jati, Purirano, Anggolamelai, dan Tondonggeu.
Wilayah tersebut berada di sejumlah kawasan pegunungan dan pesisir, meliputi Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Abeli, dan Nambo.
Kemarau menyebabkan debit sumber air dan sumur warga di wilayah tersebut mengalami penurunan.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Kota Kendari berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kementerian PUPR, serta PDAM Kota Kendari.
Air yang didistribusikan bersumber dari PDAM untuk memastikan kualitas air tetap layak dan aman digunakan masyarakat.
Cornelius mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
“Fokus utama kami adalah memenuhi kebutuhan air untuk minum dan memasak warga, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Seluruh bantuan ini disalurkan secara gratis,” jelasnya.
Selain distribusi air menggunakan mobil tangki, BPBD juga telah memasang 8 unit tandon air berkapasitas 2.200 liter di sejumlah titik terdampak.
Keberadaan tandon tersebut diharapkan dapat memudahkan warga memperoleh air bersih tanpa harus menunggu distribusi dari mobil tangki.
BPBD Kota Kendari juga terus melakukan pemantauan dan survei mingguan di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Pemerintah kelurahan dan kecamatan diminta segera melaporkan jika terdapat wilayah RT/RW yang mulai mengalami krisis air bersih.
Laporan tersebut nantinya menjadi dasar BPBD untuk menjadwalkan penyaluran bantuan air secara bergilir ke wilayah terdampak.
Penulis : Vebrian
Editor : Agus Setiawan











