Ekonomi & Bisnis

Wujudkan Digitalisasi PAD, Wali Kota Kendari Luncurkan Aplikasi SIRIDA Bersama Bank Sultra dan BI Sultra

601
×

Wujudkan Digitalisasi PAD, Wali Kota Kendari Luncurkan Aplikasi SIRIDA Bersama Bank Sultra dan BI Sultra

Sebarkan artikel ini
Penyerahan dokumen kerjasama antara Pemkot Kendari dengan Bank Sultra.

LENSATIMOR.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran,  membuka Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Informasi Retribusi Daerah (SIRIDA) Bagi Admin Kelurahan, dan Kecamatan se Kota Kendari. Acara ini berlangsung di Aula Bank Indonesia, Selasa (28/10/2025).

Acara tersebut juga menjadi momentum peluncuran resmi aplikasi SIRIDA, hasil kolaborasi antara Bapenda Kota Kendari, Bank Sultra, dan Bank Indonesia.

Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan serta pembayaran retribusi daerah secara digital, transparan, dan efisien.

Direktur Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan SIRIDA saat ini telah menjangkau retribusi sampah rumah tangga dan usaha di 11 kecamatan dan 65 kelurahan di Kota Kendari.

Ke depan, sistem ini akan diperluas mencakup sektor lain seperti parkir, rumah susun, persetujuan bangunan gedung (PBG), hingga destinasi wisata.

“SIRIDA bukan hanya inovasi teknologi, tapi langkah nyata dalam mendukung ekosistem ekonomi digital daerah,” ujar Andri (28/10/25)

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, menegaskan bahwa penerapan sistem digital seperti SIRIDA merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, efektif, dan modern.

“Pemerintah Kota Kendari terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan berbasis digital. Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan aplikasi SIRIDA ini,” tutur Siska.

Ia menjelaskan bahwa, platform SIRIDA besutan Bank Sultra ini memiliki fokus khusus pada pengelolaan retribusi daerah dan pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan integrasi sistem digital, Pemkot berharap seluruh transaksi retribusi dapat tercatat dengan akurat, cepat, dan bisa dipantau secara real time.

Lebih lanjut, Wali Kota Siska juga menyinggung rencana pengembangan sistem ke sektor lain seperti PBG dan rumah susun. Ia menegaskan bahwa setiap sumber PAD ke depan wajib menggunakan sistem digital agar lebih efisien dan akuntabel. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *