Ekonomi & Bisnis

Sultra Maimo 2026, Genjot UMKM Memenuhi Standar Mutu, Memanfaatkan Teknologi Digital dan Mampu Menembus Pasar Internasional

18
×

Sultra Maimo 2026, Genjot UMKM Memenuhi Standar Mutu, Memanfaatkan Teknologi Digital dan Mampu Menembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Sultra Maimo Tahun 2026 sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM agar semakin maju, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

LENSATIMOR.COM – Sulawesi Tenggara memiliki beragam produk unggulan, mulai dari hasil laut, kopi, produk olahan pangan, kerajinan, wastra, hingga kuliner khas daerah.

Tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sebatas menghasilkan produk, melainkan bagaimana memastikan produk tersebut memiliki nilai tambah, memenuhi standar mutu, memanfaatkan teknologi digital, memperoleh akses pembiayaan, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Sultra Maimo Tahun 2026 sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM agar semakin maju, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Edwin Permadi mengatakan, melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, industri jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, Sultra Maimo diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

“Pengembangan UMKM tidak lagi dipandang sebagai program pemberdayaan semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri kreatif, dan mengembangkan potensi unggulan daerah.” Ungkap Edwin.(7/8/26)

Edwin juga mengatakan, hingga Triwulan II 2026, pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 350 ribu pengguna atau tumbuh 23,20% (yoy), sementara jumlah merchant telah mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha atau tumbuh 28,49% (yoy) dengan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.

“Alhamdulillah tahun ini volume transaksi meningkat mencapai 5,23 juta transaksi.” Tegasnya

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi juga menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, dan memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen. ” Kata Andi Sumangerukka.

Gubernur juga mengapresiasi peran Bank Indonesia yang terus mendorong implementasi QRIS di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari percepatan transformasi digital UMKM.

Selain transformasi digital, perluasan akses pasar juga menjadi fokus penguatan UMKM. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menginisiasi Gerai Ekspor Sultra (GETRA) bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kehadiran GETRA diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor sehingga semakin banyak UMKM Sulawesi Tenggara mampu memasuki pasar internasional.” Bebernya.

Gubernur Sulawesi Tenggara juga turut mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan GETRA sebagai sarana belajar mengenai ekspor, memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan memperluas akses ke pasar global. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *