Ekonomi & Bisnis

OJK Sultra Tegaskan Sektor Keuangan Sulawesi Tenggara Triwulan IV-2025 Tumbuh Kokoh dan Inklusif

487
×

OJK Sultra Tegaskan Sektor Keuangan Sulawesi Tenggara Triwulan IV-2025 Tumbuh Kokoh dan Inklusif

Sebarkan artikel ini
Ketua OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha.

LENSATIMOR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan infografis kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) serta capaian fungsi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) sepanjang tahun 2025.

Peluncuran tersebut menjadi bentuk transparansi kepada publik sekaligus penegasan bahwa stabilitas sektor keuangan daerah tetap terjaga dan berada pada jalur pertumbuhan yang sehat.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyatakan bahwa sektor keuangan Sulawesi Tenggara pada Triwulan IV-2025 tumbuh kokoh dan inklusif yang didorong oleh stabilitas perbankan serta lonjakan kepercayaan investor lokal.

“Sinergi antara kinerja aset yang solid dan program edukasi masif memastikan sektor keuangan tetap resilien dalam mendukung pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.” Kata Bismi Maulan Nugraha (2/3/26).

Ia melanjutkan, sepanjang tahun 2025, sektor perbankan di Sulawesi Tenggara menunjukkan resiliensi yang kuat dengan total aset mencapai Rp63,25 triliun pada posisi Desember 2025.

Sementara itu, dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp33,11 triliun atau tumbuh 2,31 persen secara tahunan, yang didominasi oleh tabungan sebesar 68,4 persen, deposito 15,9 persen, dan giro 15,7 persen.

Di sisi pembiayaan, total kredit yang disalurkan mencapai Rp42,72 triliun atau tumbuh 5,20 persen (yoy). Komposisi penyaluran masih didominasi oleh sektor konsumsi sebesar 57 persen, diikuti kredit modal kerja 26 persen dan kredit investasi 17 persen.

Kualitas intermediasi tetap terjaga produktif dan prudent dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah di level 1,24 persen serta rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 129,04 persen.

“Kemudian, pada sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Tenggara mengalami lonjakan signifikan sebesar 42,67 persen secara tahunan dengan total 157.693 Single Investor Identification (SID). ” Lanjutnya.

Dari jumlah tersebut, instrumen reksa dana menjadi pilihan utama masyarakat dengan porsi 70,1 persen, diikuti saham 28,1 persen, dan SBN1,8 persen. Transaksi saham bulanan per November 2025 tercatat mencapai Rp486,01 miliar.

Sementara itu, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Tenggara menunjukkan kinerja yang stabil dengan piutang pembiayaan yang melesat hingga Rp6,79 triliun per November 2025, yang dibarengi dengan kualitas pembiayaan yang terjaga dengan rasio NPF sebesar 2,29 persen.

“Pertumbuhan sektor keuangan ini diimbangi dengan penguatan aspek pelindungan konsumen melalui 360 kegiatan edukasi yang menjangkau 153.676 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan, masyarakat umum, hingga pelaku UMKM dan penyandang disabilitas.” Bebernya. (Sri Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *