LENSATIMOR.COM, KENDARI – Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Muhamad Saleh, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan JAMARAH (Jagong Masalah Umrah dan Haji) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, di Aula Kedatangan Arafah Asrama Haji Kendari, Sabtu (2/11/2024).
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Bina Haji Pada Ditjen PHU Kemenag RI, H. Arsad Hidayat, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Divisi Pengendalian Keuangan BPKH, Ketua Umum MUI Sultra, Ketua PWNU Sultra, Kabid PHU dan Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota dan Kasi Haji se Sultra, Kepala KUA se Kota Kendari, Pimpinan KBIHU, PPIU, KBIH dan segenap peserta.
Dalam sambutannya, Kakanwil Saleh menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pihak penyelenggara, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan pelayanan ibadah umrah dan haji.
“Tentu kita semua memahami bahwa pelayanan ibadah umrah dan haji bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, namun juga tanggung jawab moral kita dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah mereka dengan aman, nyaman, dan lancar,” tegas Saleh.
Saleh juga menyampaikan banyaknya tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji, mulai dari persoalan teknis keberangkatan, layanan selama di Tanah Suci, hingga aspek kesehatan dan keselamatan jamaah.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk membuka ruang komunikasi yang transparan dan efektif, serta memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Bina Haji Pada Ditjen PHU Kemenag RI, H. Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa indeks kepuasan jamaah haji tahun 2024 mencapai angka 88,20 persen dengan predikat sangat memuaskan.
“Indonesia sudah menerima kuota haji Tahun 2025, sebesar 221 ribu jamaah dan saat ini tengah dirancang bagaimana skema distribusinya. Jika skema distribusi sudah dipastikan berapa jamaah untuk setiap wilayah, maka dapat menjadi bahan untuk kemudian dilakukan persiapan-persiapan haji tahun 2025,” terangnya.
Arsad juga menjelaskan bahwa kuota petugas haji akan dikurangi dan pemerintah daerah akan diminta untuk membantu kekurangan tersebut dengan petugas Haji daerah.
Terkait umrah, Arsad menambahkan bahwa pihak Arab Saudi menargetkan tahun 2030 akan mengupayakan menerima 30 juta jamaah umrah. Selain itu, jamaah umrah juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata atau bersejarah lain yang ada di Arab Saudi.
“Umrah itu visanya tidak hanya untuk Madinah dan Makkah tapi juga bisa untuk kota-kota yang lainnya,” tandasnya.
Laporan : Andi Syech
Editor : Cici Purnamasari











