BERITA LENSA – Inovasi pengembangan budaya baca Pemerintah Kota Kendari mencuri perhatian dalam Festival Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan melalui pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) adalah Teacher in a Box dengan koleksi sekitar 15 ribu buku.
Stan pameran Kota Kendari yang menampilkan inovasi tersebut mendapat kunjungan Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, didampingi Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Anawula Sudirman, Selasa (3/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Shintya memperkenalkan sejumlah program pengembangan literasi yang dijalankan di Kota Kendari. Salah satunya Gerakan Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial atau Gema Mobasa.
Shintya menjelaskan, Gema Mobasa merupakan program yang menyasar lingkungan sekolah dengan mengajak para siswa memanfaatkan koleksi buku melalui layanan mobil perpustakaan keliling.
“Kami punya program Gema Mobasa. Program ini mengajak para siswa membaca buku yang tersedia di fasilitas mobil perpustakaan keliling,” jelas Shintya.
Melalui program tersebut, mobil perpustakaan keliling dimanfaatkan sebagai sarana mendekatkan akses bahan bacaan kepada pelajar. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memperoleh sumber bacaan sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Selain Gema Mobasa, program Teacher in a Box dengan koleksi sekitar 15 ribu buku juga menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan. Kehadiran program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan bahan pembelajaran.
Sementara itu, Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Literasi Sultra 2026 sebagai gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Menurut Arinta, derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat tidak sekadar mampu mengakses informasi, tetapi juga memiliki kemampuan memahami, memilah, dan memeriksa kebenaran informasi.
Ia menegaskan, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan secara tepat.
Ketua TP PKK Sulawesi Tenggara tersebut juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menanamkan budaya membaca. Orang tua diharapkan menjadi teladan bagi anak melalui kebiasaan membaca bersama, mendampingi proses belajar, serta membangun komunikasi dan diskusi di lingkungan keluarga.
Arinta bahkan menyarankan agar keluarga membiasakan kegiatan membaca sederhana selama 10 hingga 14 menit setiap hari sebagai langkah awal menumbuhkan minat baca anak.
Festival Literasi Sultra 2026 diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara pada 3–5 November 2026 dengan mengusung tema “Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama”.
Pameran TPBIS dalam kegiatan tersebut menghadirkan berbagai hasil pengembangan perpustakaan dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Buton, Kolaka Utara, Muna, Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
Keikutsertaan Kota Kendari menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi pengembangan literasi, mulai dari penyediaan koleksi buku hingga layanan perpustakaan keliling.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penguatan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif serta dapat diakses oleh masyarakat luas.
EDITOR : AGUS SETIAWAN











