Metro Kota

Peringati Harkannas 2026, DKP Sultra Gelar Lomba Masak Serba Ikan dan Bazar UMKM bagi TP PKK

919
×

Peringati Harkannas 2026, DKP Sultra Gelar Lomba Masak Serba Ikan dan Bazar UMKM bagi TP PKK

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Sultra didampingi Kadis DKP saat penilaian lomba.

LT.com, KENDARI – Memeriahkan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2026, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Sultra menggelar Lomba Masak Serba Ikan tingkat kabupaten/kota.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (31/10/2026), diikuti 10 tim penggerak PKK dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Tak sekadar menjadi ajang kompetisi memasak, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bazar UMKM Olahan Produk Perikanan, Harmoni Bakar Ikan, serta pembagian produk olahan perikanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, Hikmawati Amir, S.Si., M.Si., mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari upaya menggelorakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi hidangan yang menarik dan bergizi.

Mengusung tema Pangan Biru untuk Indonesia Maju, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi.

“Sebanyak 10 tim penggerak PKK kabupaten/kota mengikuti lomba ini. Peserta yang berhasil meraih peringkat pertama nantinya akan mewakili Sulawesi Tenggara dalam lomba masak serba ikan tingkat nasional di Jakarta,” ungkap Hikmawati.

Ia mengapresiasi antusiasme para Ketua TP PKK kabupaten/kota yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kompetisi ini menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk melahirkan berbagai inovasi menu berbahan dasar ikan yang tidak hanya menarik dari sisi penyajian, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik.

Hikmawati mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Sulawesi Tenggara saat ini berada pada peringkat keempat secara nasional. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi perikanan sekaligus tingginya konsumsi ikan di daerah ini.

Meski demikian, ia berharap kegiatan Gemarikan tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi terus dikembangkan melalui jaringan kader PKK hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dasawisma, dan posyandu.

“Kami berharap kreativitas yang dihasilkan hari ini bisa terus berkembang dan ditularkan kepada masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak menu olahan ikan yang variatif, bernilai gizi tinggi, dan dapat tersaji di meja makan keluarga,” harapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, mengatakan lomba masak serba ikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mengajak masyarakat semakin gemar mengonsumsi ikan dan hasil laut melalui inovasi berbagai menu olahan.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, mulai dari ikan, udang hingga berbagai hasil laut lainnya. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

“Harapan saya, melalui lomba ini kita bisa mengolah sumber daya alam yang ada di Sulawesi Tenggara, khususnya ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Kita juga ingin mengampanyekan agar masyarakat semakin gemar makan ikan dengan menghadirkan menu-menu baru yang lebih variatif,” ujarnya.

Arinta menilai inovasi pengolahan ikan sangat penting untuk menghadirkan pilihan makanan yang beragam sehingga masyarakat tidak mudah bosan dengan menu ikan yang selama ini dikonsumsi.

Ia juga berharap berbagai kreasi yang ditampilkan peserta dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha maupun keterampilan mengolah produk perikanan.

Lebih jauh, Arinta mendorong agar hasil inovasi tersebut disosialisasikan secara berkelanjutan melalui jaringan kader PKK hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan keluarga.
“Sebagai daerah kepulauan yang memiliki wilayah pesisir di mana-mana, seharusnya masyarakat Sulawesi Tenggara menjadikan ikan sebagai salah satu makanan utama.
Kita ingin masyarakat semakin bersemangat mengonsumsi ikan melalui berbagai inovasi menu,” katanya.

Arinta turut mengajak para orang tua membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan minimal empat hingga lima kali dalam sepekan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, mendukung tumbuh kembang, serta mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas.

Melalui peringatan Hari Ikan Nasional 2026 ini, Pemprov Sultra berharap gerakan gemar makan ikan semakin membudaya, sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan perikanan dan UMKM lokal agar potensi kelautan daerah memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (red/ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *