Ekonomi & Bisnis

OJK Sultra Bersama Pemkab Kolaka Utara dan IJK Bangun Ekosistem Closeloop Kakao: Perkuat Modal, Proteksi, hingga Jaminan Pasar Petani

16
×

OJK Sultra Bersama Pemkab Kolaka Utara dan IJK Bangun Ekosistem Closeloop Kakao: Perkuat Modal, Proteksi, hingga Jaminan Pasar Petani

Sebarkan artikel ini
OJK Sultra berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Industri Jasa Keuangan (IJK) meresmikan langkah strategis memperkuat perekonomian daerah melalui akselerasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

LENSATIMOR.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Industri Jasa Keuangan (IJK) meresmikan langkah strategis memperkuat perekonomian daerah melalui akselerasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara ini diisi dengan Edukasi Keuangan pada Selasa (29/9/2026) dan Puncak Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu (30/9/2026).

Langkah kolaboratif ini menjadi solusi atas tantangan klasik yang kerap dihadapi petani. Kolaka Utara menyumbang sekitar 61 persen dari total produksi kakao di Sulawesi Tenggara dengan luas areal perkebunan mencapai 78.969 hektare dan produksi 62.260 ton per tahun.

Meski melibatkan lebih dari 28.784 keluarga petani, keterbatasan akses pembiayaan formal, risiko gagal panen, serta jeratan pinjaman tidak resmi masih menjadi hambatan utama kemajuan sektor ini.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa model ekosistem closeloop yang dibangun memastikan petani tidak lagi berjalan sendirian.

Dalam skema ini, petani memperoleh pendampingan teknis intensif, pembiayaan yang menyesuaikan siklus panen, perlindungan jaminan sosial dan asuransi, serta jaminan penyerahan hasil panen dari offtaker.

“Ukuran keberhasilan kita bukanlah seberapa banyak tanda tangan yang dibubuhkan hari ini, tetapi bagaimana kondisi kebun menjadi jauh lebih produktif dan dompet para petani menjadi lebih tebal pada tahun-tahun mendatang. Nota Kesepahaman ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah garis start dari komitmen panjang kita bersama untuk memajukan kesejahteraan petani kakao di Kolaka Utara,” ujar Bismi.

Bismi juga menekankan pentingnya penyaluran pembiayaan produktif secara tepat sasaran langsung kepada penyedia sarana produksi tani guna menguji efektivitas kredit dan menghindari side streaming untuk konsumsi pribadi.

Sementara itu, Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif OJK dan sektor jasa keuangan. Menurutnya, program ini menjadi angin segar yang menyelamatkan petani dari cengkeraman tengkulak dan pembiayaan nonformal berbiaya tinggi.

“Kami khususnya Pemkab Kolaka Utara berkomitmen mendukung penuh program ini melalui kebijakan dan penyediaan data yang akurat.” Kata Nur Rahman Umar.

Nota Kesepahaman (MoU) PED Komoditas Kakao ditandatangani oleh 12 pihak utama, melingkupi perbankan, lembaga keuangan mikro, perusahaan asuransi, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta PT Comextra Majora selaku offtaker penjamin penyerapan hasil panen.

Penyaluran KUR PT Bank Sultra senilai Rp1,25 miliar, Penyaluran kredit produktif PT BPR Bahteramas Kolaka Utara sebesar Rp130 juta, Penyaluran program Mekaar oleh PT PNM senilai Rp22 juta.

Kegiatan tersebut juga sekaligus melakukan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk 5 orang petani serta santunan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta kepada ahli waris.

Pemberian polis Asuransi Jiwa gratis selama satu tahun dari Asuransi Sinar Mas kepada 50 Ketua Kelompok Tani.

Selain itu, ada juga bantuan 12 unit sarana pertanian (sprayer elektronik dan jaring jemur) dari PT Bank Sultra kepada 10 petani, bantuan 3 unit sprayer dari PT BPR Bahteramas Kolaka Utara kepada 2 petani dan bantuan tabung semprot dari PT Pegadaian kepada 4 petani.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi para petani kakao di Kolaka Utara untuk tumbuh mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di sentra kakao terbesar Sulawesi Tenggara. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *