Pendidikan

Optimalkan Ruang Terbatas: Prodi D3 Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UHO Menawarkan Desain “Teras Produktif” kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Mekar, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe

63
×

Optimalkan Ruang Terbatas: Prodi D3 Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UHO Menawarkan Desain “Teras Produktif” kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Mekar, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe

Sebarkan artikel ini
Dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk mendampingi ibu rumah tangga di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

KONAWE – Program Studi D3 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO), melalui dosen dan mahasiswa, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk mendampingi ibu rumah tangga di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Kegiatan ini menawarkan desain dan pendampingan penataan teras sebagai ruang sosial sekaligus tempat kegiatan produktif. Penataan dirancang secara sederhana dengan menyesuaikan kebutuhan penghuni, luas rumah, serta kemampuan keluarga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Teknik Progressif” Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo yang berfokus pada wilayah pesisir.

Melalui program ini, dosen dan mahasiswa didorong untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian keteknikan dalam menjawab kebutuhan   pesisir.

Teras Produktif menjadi salah satu tersebut melalui solusi arsitektural yang aplikatif, terjangkau, dan sesuai dengan karakteristik lingkungan serta aktivitas masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Teras Produktif: Pendampingan Penataan Ruang Terbatas Rumah sebagai Ruang Sosial dan Produktif Ibu Rumah Tangga di Permukiman Pesisir”.

Fokus pendampingan mencakup pengaturan perabot, pembagian area kegiatan, penyimpanan, serta pemanfaatan ruang secara bergantian agar satu area dapat mendukung beragam aktivitas.

Tim pengusul kegiatan dipimpin oleh Weko Indira Romanti Aulia, S.T., M.Sc., dengan anggota Wisdha Ahdiyani, S.T., M.Sc.; Dr. Irma Nurjannah, S.T., M.T.; Dr. Muh. Zakaria Umar, S.T., M.T.; Abdi Juryan Ladianto, S.T., M.Ars.; Astri Puspita, S.T., M.Ars.; dan Aldo Putra Singarimbun, M.Arch.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi D3 Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UHO sebagai bentuk kolaborasi akademik dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Solusi Penataan untuk Kebutuhan Sosial dan Produktif

Teras rumah memiliki beragam fungsi. Selain menjadi tempat menerima tamu dan berbincang dengan tetangga, ruang ini dapat mendukung kegiatan membuat kerajinan, mengemas produk, memajang barang dagangan, atau menerima pesanan.

Namun, penggunaan satu ruang untuk beberapa kegiatan membutuhkan pengaturan yang sesuai. Penempatan perabot dan perlengkapan usaha dapat mempersempit akses keluar-masuk apabila tidak disertai pembagian area serta penyimpanan yang memadai.

Melalui program Teras Produktif, tim akan mendampingi warga untuk mengenali kebutuhan ruang masing-masing. Pengamatan dan diskusi awal akan menjadi dasar untuk menentukan persoalan penataan serta pilihan penyelesaiannya.

Pendampingan juga mempertimbangkan kondisi lingkungan pesisir, termasuk paparan panas, angin, percikan air hujan, dan kelembapan.

Pertimbangan tersebut diperlukan dalam memilihbahan, menempatkan perabot, dan menjaga kenyamanan ruang.

Pendampingan Partisipatif dan Pemanfaatan Perabot yang Tersedia

Rangkaian kegiatan direncanakan melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan praktik penataan bersama masyarakat. Pada tahap awal, tim akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan peserta, lokasi kegiatan, serta rumah yang bersedia menjadi tempat praktik.

Selanjutnya, tim bersama penghuni akan mengukur teras, mendata perabot, mengamati jalur pergerakan, dan memetakan aktivitas sehari-hari. Hasilnya digunakan untuk menyusun sketsa tata letak sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan.

Alternatif penataan meliputi penggunaan meja lipat atau perabot multifungsi, pengelompokan alat dan bahan, serta pemanfaatan rak vertikal yang terpasang dengan aman. Area pajang produk juga dapat disiapkan apabila sesuai dengan kebutuhan usaha penghuni.

Penataan mengutamakan perabot yang sudah tersedia dan bahan yang terjangkau. Dengan pendekatan ini, warga dapat memulai perbaikan melalui pengaturan ulang ruang sesuai kemampuan keluarga.

Penggunaan teras secara bergantian turut menjadi bagian materi pendampingan. Penghuni dapat menyepakati waktu untuk kegiatan usaha dan interaksi sosial, termasuk cara menyimpan kembali peralatan setelah digunakan.

Rumah Percontohan dan Evaluasi Bersama

Program ini menargetkan penataan teras pada rumah percontohan sebagai sarana praktik dan pembelajaran. Tim bersama mitra akan menilai kemudahan penggunaan, kelancaran akses, keamanan, serta kenyamanan hasil penataan.

Kegiatan inti direncanakan berlangsung selama dua hari. Hari pertama berfokus pada penyuluhan, diskusi, dan identifikasi kebutuhan ruang. Hari kedua diarahkan pada praktik penataandan evaluasi. Pendampingan lanjutan akan menyesuaikan kebutuhan mitra serta kesepakatan bersama.

Evaluasi mencakup penilaian pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan, pengamatan keterampilan saat praktik, serta diskusi mengenai hasil penataan. Masukan penghuni akan digunakan untuk memperbaiki tata letak agar sesuai dengan aktivitas keluarga.

Selain rumah percontohan, luaran yang direncanakan mencakup panduan praktis, sketsa alternatif penataan, dokumentasi kegiatan, dan rekomendasi tindak lanjut.

Panduan tersebut diharapkan membantu warga menerapkan penataan pada hunian lain dengan kebutuhan serupa.

Mendorong Kemandirian Pengelolaan Ruang Hunian

Melalui Teras Produktif, ibu rumah tangga diharapkan mampu mengambil keputusan penataan berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Keterlibatan anggota keluarga juga diperlukan agar penggunaan dan pemeliharaan ruang memperoleh dukungan bersama.

Teras yang lebih teratur diharapkan membantu kelancaran kegiatan sosial dan usaha rumah tangga, mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan produk. Manfaat ekonominya akan bergantung pada keberlanjutan usaha, pengelolaan, dan akses pasar masing-masing keluarga.

Kerja sama antara tim Fakultas Teknik UHO, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menghasilkan contoh penataan yang sederhana, terjangkau, serta mudah dirawat. Program ini menjadi upaya penerapan pengetahuan arsitektur untukmendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat pesisir Desa Mekar.

Laporan : Laporan Tim PKM Prodi D3 Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UHO

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *