Metro Kota

Dinas Ketapang Kendari Dorong Warga Tanam Cabai di Pekarangan Rumah, Tekan Dampak Inflasi

21
×

Dinas Ketapang Kendari Dorong Warga Tanam Cabai di Pekarangan Rumah, Tekan Dampak Inflasi

Sebarkan artikel ini
Disketapang Kota Kendari dorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan berbagai kebutuhan pangan.

KENDARI – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan berbagai kebutuhan pangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi setiap tahun dan berdampak terhadap inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan salah satu program yang kini digencarkan adalah pemanfaatan Rumah Pangan dan Teras B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Selamat).

Melalui program tersebut, setiap keluarga didorong memanfaatkan teras maupun pekarangan rumah sebagai lahan produktif.

“Setiap tahun kenaikan salah satu komoditas pangan seperti cabai ini selalu mempengaruhi angka inflasi kita. Salah satu program Dinas Ketapang adalah bagaimana memanfaatkan Rumah Pangan B2SA,” ujar Abdul Rauf.

Menurutnya, keberadaan tanaman cabai dan sayuran di rumah dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar ketika harga mengalami kenaikan.

Abdul Rauf menjelaskan, kenaikan harga cabai salah satunya dipengaruhi fluktuasi stok akibat faktor cuaca.

Padahal, dengan perawatan yang baik dan ketersediaan air yang cukup, tanaman cabai tetap dapat tumbuh meski memasuki musim kemarau.

Selain cabai dan sayuran, program Teras B2SA juga mendorong masyarakat mengembangkan tanaman hidroponik seperti kangkung dan sawi.

Tanaman tersebut bahkan dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 21 hari.

Masyarakat juga didorong mengembangkan peternakan ayam skala rumah tangga serta budidaya ikan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.

“Kalau kebutuhan dasar seperti cabai, sayuran, hingga protein bisa dipenuhi dari pekarangan rumah, ketahanan pangan keluarga akan semakin kuat dan tidak mudah terguncang oleh lonjakan harga pasar,” jelasnya.

Abdul Rauf menegaskan, upaya menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan program jangka pendek seperti pasar murah maupun bantuan sosial.

Menurutnya, ketahanan pangan yang berkelanjutan perlu dibangun melalui kemandirian dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Untuk mendukung program tersebut, Dinas Ketapang Kota Kendari juga menerjunkan petugas penyuluh pertanian untuk memberikan pembinaan langsung kepada masyarakat.

Dinas Ketapang juga telah menyalurkan sekitar 800 tanaman pangan produktif yang siap panen, bukan sekadar bibit, kepada masyarakat penerima manfaat kategori desil 1 hingga desil 4/5.

“Kami ingin berikan motivasi bahwa cabai dan sayuran ini adalah kebutuhan mendasar sehari-hari. Walaupun ada beras dan ikan, tanpa cabai dan sayur tentu terasa kurang,” pungkas Abdul Rauf.

Penulis : Vebrian
Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *