Metro Kota

Tiga Kelurahan di Kendari Bakal Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

56
×

Tiga Kelurahan di Kendari Bakal Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman

BERITA LENSA – Kawasan pesisir Kota Kendari bakal segera ganti wajah jadi lebih glowing. SenIn kemarin (29/6/2026), Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kendari mendadak ramai oleh kedatangan “pasukan” dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Kedatangan tim pusat dari Ditjen Perikanan Tangkap ini bukan buat numpang ngopi, melainkan bawa misi sakral: mematangkan proyek prestisius Kampung Nelayan Merah Putih.

Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh sang Wakil Wali Kota, Sudirman, ditemani Muhammad Tirmuji Aulia Ode selaku mata dan telinga dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP RI, plus skuad teknis dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari dan Dinas Perikanan kota.

Proyek keren ini bakal difokuskan di tiga wilayah pesisir: Sambuli, Tondonggeu, dan Puday. Menariknya, pemerintah gak mau pakai sistem “bangun terus tinggal”. Biar ekonomi nelayan lokal terus muter, pengelolaan fasilitas pasca-pembangunan nantinya bakal diserahin 100% ke Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing wilayah. Dari nelayan, oleh nelayan, untuk nelayan!

“Prinsipnya, Pemkot Kendari tegak lurus dukung penuh! Apapun programnya, selama bikin kantong dan piring masyarakat nelayan makin tebal, harus lancar jaya,” gas Wawali Sudirman dengan semangat berapi-api.

Namun, Sudirman juga mewanti-wanti anak buahnya agar mengawal ketat urusan lapangan. Jangan sampai ada drama sosial atau adu sikut soal tata ruang.

Pihak KKP juga gak mau bertele-tele. Mereka langsung buka-bukaan soal timeline proyek yang mirip dikejar deadline skripsi: Kamis Pekan Ini: Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) resmi rilis.

Selanjutnya, Jumat Pekan Ini: Langsung Mutual Check Zero (MC Nol) sekaligus peletakan batu pertama yang dipusatkan di Tondonggeu, dan terakhir Target Akhir: Proyek ini diberi waktu 135 hari kalender dan wajib rampung total pada November mendatang.

Nah, karena urusan lahan pesisir itu sensitif, rapat kemarin sukses melahirkan taktik mitigasi yang super genius biar gak bentrok sama warga atau lingkungan:

* Di Puday: Biar gak mencaplok tanah bersertifikat milik warga, rencana bangunan di darat dialihkan pakai konsep keren prototype laut (bangunan di atas air).

* Di Tondonggeu: Pembangunan bakal memanfaatkan lahan eks-aset KKP seluas setengah hektar. Pemerintah menjamin pohon-pohon mangrove di sekitarnya gak bakal disentuh apalagi dirusak. Hijau tetap lestari!

* Di Sambuli: Bakal dibangun fasilitas parkir tambat perahu sepanjang 1 kilometer (1.000 meter). Desainnya dibuat estetik biar fungsi kerja nelayan dan fungsi ruang publik bisa berdampingan dengan harmonis.

Lewat keroyokan sinergi antara dinas, kecamatan, hingga kelurahan, Pemkot Kendari pede berat kalau Kampung Nelayan Merah Putih ini bakal jadi mesin ekonomi baru yang memodernisasi pesisir Kendari.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *