Ekonomi & Bisnis

OJK Terus Genjot UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan

32
×

OJK Terus Genjot UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan

Sebarkan artikel ini
OJK terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

LENSATIMOR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara optimal dan bertanggung jawab.

Dijelaskan, edukasi keuangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Jajanan Kuliner memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sultra, dan Bank Indonesia.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara luas,” ungkapnya, Jumat (17/4).

Bismi menyampaikan materi edukasi keuangan yang mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK, pemahaman mengenai industri jasa keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk kejahatan berbasis social engineering.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK Provinsi Sultra kembali menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memastikan bahwa lembaga dan produk jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK.

“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi, antara lain melalui Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Selain itu, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan  kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan, berani menolak tawaran investasi ilegal, serta senantiasa berhati-hati dalam menyikapi informasi atau penawaran yang berpotensi merugikan,” ujarnya.

Bismi menambahkan, OJK akan terus memperluas jangkauan program edukasi keuangan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing.

“Melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan ini, OJK berharap masyarakat di Provinsi Sultra semakin memahami peran OJK dan produk jasa keuangan, serta konsisten menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam memilih produk danlayanan keuangan,” tutupnya. (Sri Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *