Ekonomi & Bisnis

TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Sultra Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026

21
×

TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Sultra Launching Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026

Sebarkan artikel ini
BI Sultra dan Pemkot Kendari menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan dalam upaya akselerasi program pengendalian inflasi.

LENSATIMOR.COM –  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan dalam upaya akselerasi program pengendalian inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Edwin Permadi mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026 yang merupakan strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dijelaskan, gerakan ini ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.

“Pendekatan inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural dan perubahan budaya masyarakat jangka panjang dengan melibatkan dukungan dari berbagai unsur stakeholder,” ungkapnya, Rabu (16/4).

Edwin menuturkan perkembangan inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33% mtm, 2,95% yoy, dan 1,16% ytd. Inflasi ini utamanya didorong oleh komoditas seperti bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung, dengan tekanan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Ini menunjukkan bahwa pangan tetap menjadi komponen yang sangat menentukan dalam pembentukan inflasi daerah,” ujarnya.

Edwin Permadi juga menyampaikan bahwa Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yaitu optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi.

“Dari ketiga fokus tersebut, saya ingin menekankan bahwa kata kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, program yang sama dapat menjadi jauh lebih luas dampaknya, lebih cepat implementasinya, dan lebih kuat keberlanjutannya,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Walikota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan dalam arahannya bahwa Rakor Pangan 2026 bertujuan untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan stabil melaui program yang inovatif serta inklusif.

“Hal tersebut yang menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang berkelanjutan melalui sinergi pengendalian inflasi yang semakin inklusif melibatkan berbagai stakeholder di luar anggota TPID,” cetusnya.

Melalui sinergi yang optimal dan semakin kuat antara Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia Provinsi Sultra, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan dan dicapai dalam Rakor Pangan 2026 dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

“Ke depan, TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Prov. Sultra terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir melalui baik melalui penguatan pasokan,  kelancaran distribusi, intervensi harga, maupun edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang kuat serta berkelanjutan,” tutupnya. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *