Lensatimor.com, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026.
Kali ini, mahasiswa menggelar pelatihan produksi kompos bagi masyarakat lingkar kampus yang dipusatkan di Kebun Raya UHO, Senin (13/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Produksi Kompos bagi Masyarakat Lingkar Kampus” tersebut melibatkan 20 mahasiswa lintas program studi, mulai dari Ilmu Lingkungan dan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), serta Biologi, Statistik, dan Bioteknologi dari Fakultas MIPA.
Program ini berada di bawah bimbingan tim dosen yang diketuai Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., bersama Prof. Dr. Ir. Husna, M.P., Prof. Dr. Ir. Hj. Sitti Leomo, M.Si., Laode Muhammad Arif, S.Si., M.Sc., Dewi Fitriani, S.Hut., M.Si., dan Adi Karya, S.Si., M.Sc.
Prof. Faisal Danu Tuheteru yang juga menjabat Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati (Kebun Raya) UHO menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan Dasawisma Kelurahan Kambu, dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK atau Dasawisma Kelurahan Kambu terkait produksi kompos. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memaksimalkan pemanfaatan rumah kompos milik Kebun Raya UHO yang telah dilengkapi mesin pencacah bahan kompos. Karena itu kami melibatkan masyarakat secara langsung agar mereka bisa mempraktikkan proses pembuatannya,” ujar Prof. Danu.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung pembuatan kompos. Kegiatan tersebut dibuka oleh Lurah Kambu yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengabdian tersebut.
“Selama ini warga hanya belajar dari video di YouTube. Hari ini mereka bisa mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos dengan pendampingan mahasiswa dan dosen, sehingga manfaatnya akan lebih terasa,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Kambu, Harisman, mengapresiasi inisiatif Universitas Halu Oleo yang menghadirkan pelatihan bagi masyarakat di wilayahnya. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara mandiri maupun melalui kelompok-kelompok masyarakat.
Menurut Harisman, pengolahan sampah organik menjadi kompos tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga mencegah praktik pembakaran sampah yang masih kerap dilakukan masyarakat.
Selain ramah lingkungan, kompos yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian maupun penghijauan di lingkungan sekitar. (red/id)











