Metro Kota

BI Sultra Jadikan Bedah Buku Sebagai Panggung Kolaborasi Lintas Lembaga

11
×

BI Sultra Jadikan Bedah Buku Sebagai Panggung Kolaborasi Lintas Lembaga

Sebarkan artikel ini
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menjadikan momentum World Book Day 2026 dengan cara yang berbeda, menggelar bedah buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi, Sabtu (18/04/2026).

LENSATIMOR.COM – Upaya memperkuat budaya literasi di Sulawesi Tenggara terus digencarkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menjadikan momentum World Book Day 2026 dengan cara yang berbeda, menggelar bedah buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi, Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar diskusi buku biasa. BI Sultra menjadikannya sebagai panggung kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Balai Bahasa, Dinas Perpustakaan, hingga komunitas literasi dan mahasiswa untuk membangun fondasi literasi ekonomi di tengah masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan bahwa pemahaman ekonomi kini bukan lagi milik kalangan akademisi semata.

Di tengah dinamika global yang kian kompleks, masyarakat dituntut lebih cakap dalam membaca situasi dan mengambil keputusan.

“Literasi ekonomi itu penting agar masyarakat bisa berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh dalam mengambil keputusan sehari-hari,” ujarnya.

Pilihan buku “Prinsipil Ekonomi” pun bukan tanpa alasan. Buku tersebut dinilai relevan karena membahas logika dasar ekonomi dengan bahasa ringan, sehingga mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda.

Literasi Masih PR Besar

Meski berbagai upaya dilakukan, tantangan literasi di Sulawesi Tenggara masih cukup besar. Data terbaru menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) baru berada di angka 58,64, sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) masih tergolong rendah.

Kondisi ini menjadi alarm bahwa penguatan ekosistem literasi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, BI Sultra juga membuka akses perpustakaan bagi masyarakat umum serta menghadirkan layanan digital melalui aplikasi iBi Library. Hingga pertengahan 2026, ribuan koleksi buku telah tersedia untuk diakses publik.

Tak hanya serius, BI Sultra juga membungkus literasi dengan pendekatan kreatif. Rangkaian kegiatan World Book Day turut diisi lomba musikalisasi puisi dan konten reels resensi buku.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk menarik minat generasi muda yang lebih dekat dengan media digital.

Perkuat Sinergi dan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, BI Sultra juga menandatangani komitmen bersama dengan Balai Bahasa untuk memperkuat program literasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, dukungan terhadap dunia pendidikan juga diperluas melalui kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Sultra, termasuk Universitas Halu Oleo dan IAIN Kendari.

Program ini berkaitan dengan bantuan pendidikan kebanksentralan yang tahun ini menjangkau 330 mahasiswa, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya paham ekonomi, tetapi juga siap menjadi agen perubahan melalui komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Ke depan, BI Sultra memastikan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: menghadirkan program literasi yang lebih inklusif, inovatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara.

Dengan pendekatan yang lebih segar dan kolaboratif, literasi tak lagi sekadar wacana melainkan gerakan bersama. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *