Nasional

Social Security Summit 2024: Dorong Produktivitas Pekerja dan Atasi “Middle Income Trap”

16659
×

Social Security Summit 2024: Dorong Produktivitas Pekerja dan Atasi “Middle Income Trap”

Sebarkan artikel ini

LENSATIMOR.COM, JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan mengambil langkah strategis dengan menggelar Social Security Summit 2024, yang bertujuan mendorong produktivitas pekerja dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada 26 November 2024, merupakan yang pertama di Indonesia dan diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Dalam sambutannya, Yassierli mengungkapkan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan ini.  “Semoga hasil diskusi nanti benar-benar keluar dengan suatu strategi dan solusi,” harapnya.  Beliau juga menyampaikan harapan agar BPJS Ketenagakerjaan dapat terus memperluas kepesertaan dan menemukan strategi preventif untuk meningkatkan jaminan sosial.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa Social Security Summit 2024 merupakan respon terhadap tantangan “middle income trap” yang dihadapi oleh banyak negara berpenghasilan menengah, termasuk Indonesia.  “Ketidakcukupan sistem jaminan sosial dapat menghambat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Anggoro.

Beliau menekankan pentingnya jaminan sosial untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta melindungi masyarakat dari risiko sosial ekonomi.  Terutama bagi pekerja informal dan penduduk lansia, yang sangat rentan terhadap kemiskinan.

Anggoro juga menyoroti pentingnya memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan agar visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.  Hingga Oktober 2024, baru 40,83 juta pekerja yang terlindungi, dengan dominasi pekerja formal (25,8 juta).  Jumlah pekerja informal yang terlindungi masih terbatas (9,4 juta).

Melalui Social Security Summit 2024, BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat menghadirkan solusi inovatif dan strategi kolaboratif bersama pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.  “Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan adalah langkah penting untuk melindungi hak dan kesejahteraan pekerja,” tegas Anggoro.

Editor : Cici Purnamasari

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *