Hukum & Kriminal

LIRA Sultra Cium Indikasi Pengondisian Tender di Kota Kendari, Minta ULP Bertindak Independen

17
×

LIRA Sultra Cium Indikasi Pengondisian Tender di Kota Kendari, Minta ULP Bertindak Independen

Sebarkan artikel ini
Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa

KENDARI – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti proses tender pengadaan barang dan jasa di lingkup Kota Kendari .

LIRA menduga adanya indikasi pengondisian atau “titipan” pemenang proyek pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) maupun Pokja.

Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa, meminta Kepala ULP beserta jajarannya untuk tetap menjaga independensi dan profesionalitas, serta tidak terintervensi oleh pihak mana pun dalam menentukan pemenang tender.

“Kami berharap dalam proses tender ini ULP maupun Pokja tetap independen. Banyak isu beredar bahwa ULP saat ini diduga melakukan tindakan yang memenangkan salah satu pihak perusahaan. Ada indikasi titipan yang pemenangnya sudah diketahui sebelum proses selesai,” ujar Jefri Rembasa, Selasa (21/07/2026).

Jefri mengungkapkan, dugaan pengondisian ini diperkuat oleh banyaknya keluhan dari para kontraktor di Kota Kendari.

Meski telah memenuhi seluruh persyaratan kualifikasi, para kontraktor tersebut kerap gugur karena dugaan celah yang disengaja.

“Kawan-kawan kontraktor di Kota Kendari ingin ikut tender secara adil. Syarat mereka sudah lengkap, tetapi selalu kalah akibat praktik titip-menitip ini. Ada indikasi meski berada di peringkat satu (ranking satu), selalu dicari-cari celah agar tidak lolos tender, bahkan ada proses yang diulang kembali. Ini pola-pola lama,” tegasnya.

Ia menambahkan, dugaan pengondisian proyek ini paling santer terlihat pada sektor pekerjaan umum (Dinas PU) dan sektor pendidikan.

Atas temuan dan laporan masyarakat tersebut, LIRA Sultra mendesak pemerintah Kota Kendari untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ULP.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kota Kendari untuk serius memberikan perhatian dan evaluasi agar lembaga ULP ini tetap bersih, independen, transparan, dan tidak terjerumus pada praktik-praktik yang berorientasi uang,” pungkas Jefri.

Pewarta media ini terus menghubungi pihak ULP Kota Kendari untuk mendapatkan keterangan resmi terkait polemik ini.

Penulis : Vebrian
Laporan : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *