Pendidikan

Gandeng BRIN, Kebun Raya UHO Latih Mahasiswa dan Dosen Kenali hingga Identifikasi Tumbuhan

716
×

Gandeng BRIN, Kebun Raya UHO Latih Mahasiswa dan Dosen Kenali hingga Identifikasi Tumbuhan

Sebarkan artikel ini
Gandeng BRIN, Kebun Raya UHO Latih Mahasiswa dan Dosen Kenali hingga Identifikasi Tumbuhan

LT, KENDARI – Pembuatan herbarium menjadi salah satu rangkaian penting dalam kegiatan Pelatihan Pengenalan dan Identifikasi Tumbuhan yang digelar Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Ilmu Hayati/Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), 26-29 September 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Kebun Raya UHO tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengenalan dan identifikasi tumbuhan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam membuat herbarium dari spesimen tumbuhan yang ditemukan di kawasan Kebun Raya UHO.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Wihermanto, S.Si dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan materi “Pengenalan dan Teknik Identifikasi Tanaman Wallacea”. Sementara materi “Teknik Pembuatan Herbarium Tumbuhan” disampaikan Dr. Indrawati, S.Si., M.Si., dosen Biologi UHO.

Dalam praktik pembuatan herbarium, peserta diperkenalkan dengan tahapan pengambilan spesimen tumbuhan hingga proses pengawetan dan penataan spesimen agar dapat menjadi koleksi ilmiah. Spesimen yang digunakan dalam pelatihan berasal dari tumbuhan yang terdapat di kawasan Kebun Raya UHO.

Kepala Kebun Raya UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut diikuti mahasiswa dan dosen UHO sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengenali dan mendokumentasikan keanekaragaman tumbuhan.
“Peserta pelatihan belajar buat herbarium dari spesimen tumbuhan di Kebun Raya UHO,” ungkap Prof. Danu.

Menurutnya, keterampilan pembuatan herbarium penting dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta dokumentasi keanekaragaman hayati. Koleksi herbarium nantinya dapat menjadi sumber referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti maupun pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai tumbuhan.

Prof. Danu berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan koleksi herbarium di Kebun Raya UHO. Koleksi tersebut diharapkan tidak hanya berasal dari kawasan kebun raya, tetapi juga dapat menghimpun spesimen tumbuhan dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.

“Selain itu, kami berharap ke depan Kebun Raya UHO memiliki herbarium sebagai tempat koleksi spesimen kering, baik dari spesimen di Kebun Raya UHO maupun dari wilayah se-Sultra,” jelasnya.

Keberadaan herbarium di Kebun Raya UHO nantinya diharapkan dapat memperkuat fungsi kebun raya sebagai pusat konservasi, pendidikan dan penelitian tumbuhan, sekaligus menjadi salah satu basis dokumentasi keanekaragaman flora Sulawesi Tenggara. (red/ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *