Politik

Hitung Suara Pilkada Gunakan Sirekap, Pengamat: Waspadai Human Error dan Jaga Integritas Data!

16808
×

Hitung Suara Pilkada Gunakan Sirekap, Pengamat: Waspadai Human Error dan Jaga Integritas Data!

Sebarkan artikel ini
Pengamat Politik, Dr.Najib Husain (paling tengah).

LENSATIMOR.COM, KENDARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memanfaatkan Sirekap(Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu) sebagai aplikasi penunjang rekapitulasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Pengamat Politik, Dr.Najib Husain, mengingatkan pentingnya kesiapan dan integritas dalam penggunaan Sirekap di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Pada dasar nya Sirekap itu fungsinya sebagai alat bantu, jadi kita tidak bisa mengandalkan semua kepada Sirekap. Itulah yang terjadi kemarin saat pemilu. Dimana saat Sirekap mengalami kemacetan, kita kembali pada metode manual,” ungkapnya.

Najib berharap, apa yang menjadi kelemahan Sirekap kemarin bisa teratasi, sehingga pendekatan pemilu yang berbasis teknologi komunikasi itu bisa terwujud.

“Dan mengingat bahwa, Pilkada ini proses nya memang sangat membutuhkan sebuah hasil yang bisa lebih terpercaya jika di banding pemilu kemarin karena memang banyak terjadi gugatan dan berbagai hal lainnya yang mempertanyakan hasil secara objektivitas dan Sirekap sebenarnya bisa mengatasi itu.” kata Najib.

“Yang nama nya aplikasi, yang menjalankan itu adalah manusia, sehingga kemungkinan terjadi human eror bisa terjadi. Sehingga yang dibutuhkan sekarang betul-betul teman-teman di KPU itu bisa memanfaatkan orang yang betul-betul paham dan mengerti penggunaan Sirekap dan kemudian tidak memanipulasi data yang ada.” tambahnya.

Dr. Najib Husain juga menekankan pentingnya kesiapan saksi dari setiap pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk mengawasi kinerja Sirekap.

“Setiap pasangan juga harus menyiapkan saksi untuk melihat kinerja Sirekap, karena saat ini kita sudah menggunakan (alat hitung suara) berbasis teknologi agar perhitungannya lebih akurat dan tidak merugikan Paslon,” pungkasnya.

Editor : Cici Purnamasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *