Ekonomi & Bisnis

OJK Sultra Mendorong Industri Perbankan Lebih Aktif dan Responsif Dalam Mendalami Potensi Ekonomi Lokal

108
×

OJK Sultra Mendorong Industri Perbankan Lebih Aktif dan Responsif Dalam Mendalami Potensi Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
OJK Sultra menyelenggarakan kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) bersama insan media se-Sultra sebagai forum komunikasi strategis untuk menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal di daerah.

LENSATIMOR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyelenggarakan kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) bersama insan media se-Sultra sebagai forum komunikasi strategis untuk menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal di daerah.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di Sultra hingga saat ini tetap menunjukkan stabilitas yang terjaga dengan kinerja yang positif.

Ia menegaskan bahwa OJK terus mendorong penguatan struktur industri jasa keuangan di daerah, termasuk melalui kebijakan strategis pada sektor perbankan.

Bismi menjelaskan bahwa salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah mendorong proses peleburan atau konsolidasi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur permodalan, serta memperluas kapasitas layanan BPR kepada masyarakat.

“OJK juga memberikan perhatian khusus terhadap pemerataan akses pembiayaan di seluruh wilayah Sultra. Meskipun secara umum penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan yang positif, OJK mencermati bahwa realisasi kredit di beberapa kabupaten masih relatif rendah,” ungkapnya, Selasa (10/3).

Sehubungan dengan hal tersebut, OJK mendorong industri perbankan agar lebih aktif dan responsif dalam menangkap potensi ekonomi lokal di berbagai daerah di Sultra, khususnya dalam meningkatkan pembiayaan kepada sektor produktif dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Pengawasan OJK Sultra, Muhammad Dwi Wicaksana, menyampaikan perkembangan kinerja sektor jasa keuangan hingga Januari 2026. Tercatat bahwa total aset perbankan di Sultra mencapai Rp61,43 triliun atau tumbuh sebesar 6,5% secara tahunan (year-on-year).

Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp33,64 triliun atau tumbuh 5,9% (yoy), dan penyaluran kredit mencapai Rp42,59 triliun atau tumbuh 5,1% (yoy).

“Dari sisi kualitas kredit, kondisi tetap terjaga dengan baik yang tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,10%, masih berada pada tingkat yang sehat dan terkendali,” ujarnya.

Selanjutnya, Manajer Madya Pelindungan Konsumen, Edukasi, dan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PEPK dan LMSt) OJK Provinsi Sultra, Desiyani Patra Rapang, memaparkan perkembangan kegiatan edukasi dan pelindungan konsumen yang telah dilaksanakan OJK Sultra.

“Sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026, OJK Sultra telah menyelenggarakan 378 kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang menjangkau 210.134 peserta dari berbagai kelompok masyarakat,” ucapnya.

Desiyani menuturkan, di sisi layanan pelindungan konsumen, OJK Sultra juga mencatat telah menerima 1.713 layanan pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan.

“Mayoritas pengaduan berasal dari sektor perbankan, perusahaan pembiayaan, serta layanan financial technology (fintech). Selain itu, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang disediakan oleh OJK juga terus dimanfaatkan masyarakat, dengan total 5.224 permintaan layanan informasi selama periode tersebut,” tutupnya. (Sri Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *