LENSATIMOR.COM, KENDARI – Kota Kendari kembali mengalami deflasi pada periode Oktober 2024, mencapai 0,17%. Ini merupakan deflasi keempat kalinya secara berturut-turut.
Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Effendy, mengungkapkan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi, sebesar 0,65%, diikuti oleh pakaian dan alas kaki (0,39%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,09%), serta kelompok transportasi (0,14%).
Sektor Perikanan dan 10 Komoditi Penyumbang Deflasi
“Kalau kita lihat di Kota Kendari, sektor perikanan berkontribusi terhadap deflasi. Sepuluh komoditi penyumbang deflasi di bulan Oktober adalah bahan bakar, sayur, beras, cabai rawit, jagung manis, bawang putih, dan ikan tongkol,” jelas Sultriawati.
Dampak Deflasi Terhadap Ekonomi
Sultriawati menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi maupun deflasi berdampak pada perekonomian. Idealnya, inflasi berada di angka moderat (2,5%).
“Deflasi sebenarnya berarti perekonomian kita kurang baik, daya beli masyarakat rendah. Penyebabnya perlu kajian yang lebih mendalam,” ungkapnya.
Daya Beli Rendah dan Dampak pada Petani
Sultriawati menyebutkan bahwa salah satu penyebab daya beli masyarakat rendah adalah kemungkinan adanya PHK, pengangguran, dan faktor lain.
“Deflasi juga berdampak pada petani, karena harga produsen menjadi rendah. Harga jual dari produsen ke distributor, lalu distributor ke konsumen, menjadi rendah. Kalau sudah rendah di tingkat konsumen, pasti berdampak ke petani. Meskipun harga murah, secara perekonomian merugikan petani,” jelas Sultriawati.
Editor : Cici Purnamasari












