Metro Kota

Kekeringan Melanda Sawah Amohalo, 22 Hektare Berhasil Diselamatkan

16
×

Kekeringan Melanda Sawah Amohalo, 22 Hektare Berhasil Diselamatkan

Sebarkan artikel ini
Distan Kendari gerak cepat tangani dampak musim kemarau yang melanda kawasan persawahan di Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari bergerak cepat menangani dampak musim kemarau yang melanda kawasan persawahan di Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengungkapkan bahwa luas persawahan yang sempat terdampak kekeringan di kawasan Amohalo mencapai sekitar 32 hektar.

Namun, berkat penanganan cepat serta sinergi lintas instansi, sebagian besar lahan persawahan tersebut kini sudah berhasil diselamatkan.

“Kemarin yang terdampak itu sempat mencapai 32 hektar. Namun, setelah dilakukan penanganan dan intervensi dari Pemerintah Kota, bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) berupa bantuan pompa air, alhamdulillah sekitar 22 hektar sudah bisa tertangani,” ujar Imran Ismail, Selasa (08/09/2026).

Dengan tertanganinya 22 hektar lahan tersebut, kini tersisa sekitar 10 hektar area persawahan yang masih dalam proses pemulihan dan penanganan intensif.

Langkah proaktif Pemkot Kendari ini juga mendapat dukungan penuh dari Penjabat Wali Kota Kendari.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu para petani, Pemerintah Kota Kendari mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengadaan sarana pengairan.

“Pemerintah Kota mengeluarkan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) berupa pengadaan mesin pompa air sebanyak 3 unit ukuran 4 inci untuk penanganan kekeringan ini,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa fokus dampak kekeringan pada sektor pertanian di Kota Kendari saat ini mendominasi di kawasan persawahan Amohalo Baruga.

Sementara untuk komoditas lain seperti lahan jagung, kondisinya relatif aman dan tidak terdampak signifikan oleh kemarau.

Sinergi antara Pemkot Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, BWS, dan para kelompok tani diharapkan dapat meminimalkan risiko gagal panen sehingga produktivitas beras di kawasan Amohalo tetap terjaga selama musim kemarau.

Penulis : Vebrian
Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *