LENSATIMOR.COM – Bank Sultra terus berupaya menjadi bank umum yang modern dan kompetitif, hal itu ditunjukkan dengan komitmennya dalam ekspansi masif di sektor digital dan kredit produktif sepanjang tahun 2025.
Pihak Bank Sultra kini tidak hanya dikenal sebagai tempat pembayaran gaji ASN, namun juga menunjukkan eksistensi Bank Sultra dengan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang melayani kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara melalui produk dan layanan yang inovatif, seperti mobile banking dan layanan digitalisasi lainnya.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan, Bank Sultra juga berkontribusi dalam pembangunan daerah, mendukung program pemerintah, serta berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendorong inklusi keuangan dan pendidikan perbankan di kalangan pelajar.
Selain itu, lanjut Andri, pergeseran perilaku nasabah telah direspons dengan penguatan ekosistem digital.
Hingga September 2025, pengguna Bank Sultra Mobile telah mencapai 115.513 pengguna, dan pengguna QRIS tumbuh menjadi 37.165 user.
“Jadi, jika selama ini kami hanya dikenal sebagai bank tempat pembayaran gaji ASN, kini kami telah berevolusi. Setiap pembukaan rekening kini disertai aktivasi mobile banking untuk kemudahan transaksi,” ungkap Andri (21/11/2025).
Selain digitalisasi, Bank Sultra juga fokus menggerakkan sektor riil. Tahun 2025, Bank Sultra mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 Miliar.
“Kami juga fokus dalam penyaluran menyasar sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan target Rp150 Miliar, serta sektor Perdagangan sebesar Rp124,1 miliar.” lanjutnya
Andri melanjutkan, sebagai mitra Kementerian Pertanian, Bank Sultra juga menyalurkan Kredit Usaha Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) dengan kuota Rp15 Miliar.
“Disini kami juga tegaskan bahwa, Bank Sultra hadir untuk memastikan dana mengalir ke sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi Sultra. Ini bukti Bank Sultra adalah mitra maju bersama bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Penulis : Ariani
Editor : Agus Setiawan











