Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Buka Maimo Sharia Fest 2026, Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan UMKM

31
×

BI Sultra Buka Maimo Sharia Fest 2026, Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan UMKM

Sebarkan artikel ini
BI Sultra bersama Pemprov serta para pemangku kepentingan terkait menyelenggarakan Opening Ceremony Sultra Maimo Sharia Fest 2026.

LENSATIMOR.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi serta para pemangku kepentingan terkait menyelenggarakan Opening Ceremony Sultra Maimo Sharia Fest 2026 sebagai momentum strategis dalam memperkuat pengembangan UMKM dan ekosistem ekonomi syariah di Sultra.

Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sultra, sekaligus menjadi wujud sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra Edwin Permadi mengatakan setiap tahun secara nasional, Bank Indonesia menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang merupakan platform acara integrasi ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Dijelaskan, kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diselenggarakan di Kota Kendari.

“Kondisi perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah tantangan kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, berdasarkan rilis data PDB keseluruhan tahun 2025 pada Februari 2026 menunjukkan ekonomi Indonesia tercatat masih mengalami pertumbuhan yang menguat di level 5,11% (ctc),” ungkapnya, Jumat (24/4).

Edwin menuturkan, Bank Indonesia memperkirakan PDB Pada 2026 akan tumbuh di kisaran 4,9%-5,7% (ctc). Tingkat inflasi nasional juga masih sangat baik yaitu berada rentang target kisaran 2,5+1%.

Sementara itu, Ekonomi Syariah Indonesia terus berkembang dan menempati posisi penting dalam ekosistem global.

“Pada sektor ekonomi dan keuangan syariah, Indonesia berhasil mempertahankan posisi ke-3 (ketiga) dunia di keseluruhan peringkat berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2025 dengan keunggulan pada sektor mode fesyen muslim, obat-obatan, dan pariwisata ramah muslim,” ujarnya.

Edwin mengungkapkan, kondisi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia diharapkan terus meningkat seiring dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah yang diharapkan mencapai 56,11% pada 2029, Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menjadi fokus prioritas yang tercantum dalam RPJMN 2025 – 2029, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025 – 2045, serta visi besar AstaCita menuju Indonesia Maju.

“Kinerja ekonomi syariah nasional yang tercermin dari sektor unggulan halal value chain (HVC) pada 2025 tumbuh 6,21% (yoy), meningkat dibandingkan dengan 2024 sebesar 4,0% (yoy),” ucapnya.

Pertumbuhan sektor unggulan HVC ditopang meningkatnya kinerja sektor pertanian dan makanan-minuman halal, tingginya pertumbuhan pariwisata ramah muslim (PRM), dan tetap positifnya kinerja fesyen muslim (modest fashion).

Selain itu, merujuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia tahun 2025 meningkat ke level 43,42%.

“Angka ini menunjukkan pemahaman yang cukup kuat, kendati masih terjadi gap lebar dengan inklusi keuangan syariah yang berada pada level 13,41%,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, Sultra Maimo Sharia Fest Tahun 2026 diselenggarakan sebagai kegiatan rutin tahunan yang diharapkan terus menjadi wadah untuk memperkuat semangat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Edwin menambahkan, pada akhirnya penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest Tahun 2026 adalah upaya untuk menjawab tantangan perekonomian terkini sekaligus mendukung perluasan ekonomi Syariah nasional, yakni melalui pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, perluasan implementasi ekonomi dan keuangan syariah, serta pemberdayaan UMKM.

“Ke depan, BI bersama Pemerintah Provinsi Sultra akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholders daerah dalam bersama sama mewujudkan momentum strategis dalam memperkuat ekosis. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *