Kesehatan

Dinkes Kota Kendari Temukan 1.292 Kasus TBC Hingga Agustus 2026

9
×

Dinkes Kota Kendari Temukan 1.292 Kasus TBC Hingga Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Chat GPT

KENDARI – Dinas Kesehatan Kota Kendari mencatat 1.292 kasus baru Tuberkulosis (TBC) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut sebanyak 50 penderita meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, mengatakan tingginya temuan kasus TBC tidak lepas dari upaya aktif petugas kesehatan melakukan penelusuran hingga ke lingkungan masyarakat.

“Penemuan kasus dilakukan secara aktif, termasuk penelusuran sampai tingkat RT dan RW di Kota Kendari.” Kata Ellfi

Menurutnya, tidak seluruh dari 1.292  kasus tersebut merupakan warga Kota Kendari.

Hal ini di karenakan Kota Kendari memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan mudah diakses masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

“Masyarakat dari luar Kota Kendari juga banyak yang datang berobat di sini. Jadi, angka tersebut tidak seluruhnya merupakan warga asli Kota Kendari,”  jelasnya.

Untuk menekan penularan TBC, Dinkes Kota Kendari menjalankan program Kendari Tuntas TBC. Melalui program tersebut, petugas kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Petugas juga melakukan pelacakan terhadap orang yang memiliki kontak erat maupun kontak serumah dengan pasien yang telah dinyatakan positif TBC.

Ellfi menyebut saat ini 65 kelurahan di Kota Kendari telah menyatakan kesiapan mendukung program pencegahan dan pengendalian TBC.

Ia menegaskan, penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

“Urusan TBC ini bukan lagi sekedar urusan sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat struktur pemerintahan terbawah,” ujar Ellfi.

Selain menemukan kasus secara aktif, Dinkes Kota Kendari juga berupaya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC.

Masyarakat diimbau tidak lagi menganggap TBC sebagai penyakit keturunan, guna-guna, maupun penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Warga juga diminta segera melapor kepada RT, RW atau petugas kesehatan apabila menemukan orang yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Selain TBC, Dinkes Kota Kendari juga mencatat 23.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga Agustus 2026. Namun, Ellfi meminta masyarakat tidak panik dengan angka tersebut.

Sebab, data tersebut merupakan akumulasi kunjungan pasien yang dapat terjadi berulang pada bulan berbeda, sehingga bukan berarti terdapat 23.000 orang yang berbeda mengalami ISPA.

Di tengah kondisi cuaca kemarau, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah.

Penulis : Vebrian
Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *