Metro Kota

Gen Z di Kendari Kena ‘Rem’ Medsos! Diskominfo Masuk Sekolah Batasi Scroll TikTok buat Bocil di Bawah 16 Tahun

980
×

Gen Z di Kendari Kena ‘Rem’ Medsos! Diskominfo Masuk Sekolah Batasi Scroll TikTok buat Bocil di Bawah 16 Tahun

Sebarkan artikel ini
Mulai sekarang, aktivitas berselancar di dunia maya gak bisa lagi sembarangan. Pemerintah Kota Kendari resmi mengambil langkah tegas untuk menyaring warawiri anak di bawah umur di jagat digital.

BERITA LENSA – Kabar penting buat para scroller setia Instagram Reels dan TikTok di Kota Kendari.

Mulai sekarang, aktivitas berselancar di dunia maya gak bisa lagi sembarangan. Pemerintah Kota Kendari resmi mengambil langkah tegas untuk menyaring warawiri anak di bawah umur di jagat digital.

Lewat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, pemerintah setempat langsung tancap gas menggelar safari sosialisasi bertajuk “Literasi Digital”.

Menariknya, aksi turun ke sekolah ini sekaligus membawa “surat cinta” berupa Surat Edaran Wali Kota Kendari terkait Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak Usia di Bawah 16 Tahun, Kamis (16/7/2026).

Gak tanggung-tanggung, gelombang sosialisasi ini langsung menyasar markas para pelajar di sejumlah sekolah hits, mulai dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, hingga SMPN 13 Kendari. Targetnya jelas: bikin siswa melek teknologi, tapi tetap aman dan gak kecanduan.

Saat menyambangi SMP Negeri 5 Kendari, suasana sosialisasi mendadak hidup. Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Kendari, Hery, S.Si., M.Si., yang turun langsung jadi mentor, mengingatkan bahwa internet itu ibarat pisau bermata dua. Kalau salah pegang, bisa melukai diri sendiri.

“Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi literasi digital kepada peserta didik sekaligus mengajak guru dan orang tua untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet dan media sosial oleh anak,” ujar Hery di hadapan para siswa.

Hery menegaskan, Surat Edaran Wali Kota ini bukan untuk mengekang kreativitas, melainkan benteng penyelamat agar mental dan tumbuh kembang anak-anak Kendari tetap sehat di era gempuran algoritma medsos.

Langkah Pemkot Kendari ini diharapkan jadi pemantik sinergi yang kuat antara guru di sekolah, orang tua di rumah, dan pemerintah selaku regulator.

Tujuannya satu: menciptakan ekosistem digital yang sehat di Kendari. Jadi, gadget yang dipegang siswa beneran dipakai buat belajar dan bikin karya positif, bukan cuma buat cari hiburan tanpa batas.

Pantauan di lokasi, alih-alih tegang karena ruang gerak medsosnya dibatasi, para siswa dan dewan guru di SMP Negeri 5 Kendari justru menyambut antusias materi yang dibawakan.

Diskusi berlangsung seru, interaktif, dan penuh komitmen untuk jadi generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab. So, buat kamu yang belum genap 16 tahun, siap-siap kurangi screen time medsos dan mulailah lebih produktif!

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *