Daerah

Tim KKN Tematik UHO Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Desa Batu Putih Konsel

17752
×

Tim KKN Tematik UHO Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Desa Batu Putih Konsel

Sebarkan artikel ini
Dosen dan Mahasiswa KKN Tematik UHO foto bersama masyarakat di Desa Batu Putih, Konawe Selatan.

LENSATIMOR.COM, KONAWE SELATAN – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Batu Putih, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi KKN Tematik UHO ini dilaksanakan selama satu bulan mulai 29 Juli sampai dengan 30 Agustus 2024.

Tim KKN Tematik UHO dipimpin langsung oleh Dr. Nanik Hindaryatiningsih, dan beranggotakan Dr. Muhammad Yasin, Dr. Rizal, dan Dr. Erny Harjaty.

Ketua Tim KKN Tematik UHO di Desa Batu Putih, Dr. Nanik menjelaskan, kegiatan KKN Tematik merupakan kegiatan terintegrasi pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh UHO melalui Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Lanjut dia, mata pencaharian penduduk Desa Putih, mayoritas adalah petani, nelayan, tukang ojek dan penjual kue, dan buruh bangunan yang rata-rata memiliki tingkat pendapatan rata-rata rendah yang kadang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Secara potensi alam Desa Batu Putih, penghasil pisang, kelapa, aren, kakao, jambu mente, cabai rawit, dan ikan laut. Desa Batu putih dikenal dengan penghasil gula aren, dan madu.

“Kondisi demikian, Universitas Halu Oleo di bawah kepemimpinan Prof. Muhammad Zamrun bertekad mewujudkan visi UHO Menjadi perguruan tinggi unggul di Indonesia, bermartabat, berbudaya akademik, menghasilkan SDM cerdas komprehensif dalam pengembangan pesisir, kelautan, dan perdesaan,” ungkap Dr.Nanik.

“Oleh karena itu, sasaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM masyarakat, di empat bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Tematik UHO, Wahid Al Fattah menjelaskan, tujuannya pelaksanaan KKN Tematik ini adalah dalam rangka pengembangan Desa Batu Putih menjadi desa wisata yang berbasis ekowisata.

“Program ini berfokus pada peningkatan kualitas SDM masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, Universitas Halu Oleo melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat yang terintegrasi Kuliah Kerja Nyata di Desa Putih, tidak hanya melaksanakan program sosialisasi, pelatihan/praktek akan tetapi juga pendampingan kepada Tiga Puluh orang masyarakat yang dibagi empat kelompok usaha.

Desa Batu Putih merupakan daerah di Pesisir Pantai dengan hamparan pasir putihnya, sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

Lokasinya yang sangat strategis, hanya berjarak 2 ribu meter dari Pelabuhan Penyebrangan Kapal Fery Amolengo yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan dengan lima Kabupaten di Pulau Buton memberikan peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Namun sangat disayangkan, potensi sumber daya alam ini tidak diimbangi dengan sumber daya manusia sebagai faktor pendukung utama dalam memajukan desanya.

Tingkat pendidikan masyarakat rendah dan banyaknya anak putus sekolah dan tidak sekolah diakibatkan minimnya sarana prasarana pendidikan yang dimiliki dan motivasi bersekolah rendah.

Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar/bersekolah mereka melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik.

“Perangkat pembelajaran berbasis tecknohumanistik sangat diperlukan oleh para guru dalam meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik” ungkap Rochana Sarafa sebagai koordinator program pendidikan.

Mereka bersama guru menyusun perangkat dan video pembelajaran. Permasalahan lainya adalah di bidang kesehatan, masih ditemukan stunting dan penyakit hipertensi disebabkan pola hidup yang kurang sehat.

Melihat realita ini, mahasiswa dari jurusan farmasi dan ilmu kesehatan memberikan penyuluhan tentang penyakit hipertensi, pencegahan dan pengobatannya.

Masyarakat juga diajarkan praktik pembuatan hidangan ringan yang sangat membantu penanggulangan masalah stunting pada anak-anak, yaitu “Stick dan Puding Tempe Lumut Daun Kelor yang dibuat dengan bahan dasar daun kelor dan tempe. Hidangan ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, protein, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak,” ungkap mahasiswa jurusan Ilmu Gizi UHO, Gigih Dwiandiny.

Kegiatan pengabdian ini juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang dapat dijual di pelabuhan, di pasar, di sekolah dan lebih bagus lagi jika dipromosikan secara on line.

Desa Batu Putih merupakan desa penghasil kelapa. Selama ini, buah kelapa hanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi begitu saja dan menjualnya di pasar. Mereka bingung tidak tahu mengolahnya.

“Kondisi ini oleh mahasiswa jurusan pendidikan fisika, ekonomi dan akuntansi memberi edukasi dan praktek pengolahan buah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) yang menjadi program utama bidang ekonomi” kata Muh. Irsyad yang juga menjadi koordinir program ekonomi.

Para mahasiswa dari jurusan pendidikan fisika, ekonomi dan akuntansi tidak hanya mengajarkan proses produksi VCO, tapi juga pengemasan, pelabelan, pemasaran dan perhitungan potensi ekonominya (Harga jual dan keuntungannya). Menuju desa wisata diperlukan lingkungan yang bersih.

Mahasiswa Adilah Ainur Putri dkk dari farmasi dan kesehatan masyarakat melatih cara membuat pupuk kompos dari limbah sampah organik/rumah tangga.

“Kegiatan di bidang lingkungan ini minimal mengurangi produksi sampah di Desa Putih, membiasakan masyarakat untuk hidup bersih sekaligus meningkatkan pendapatan ekonominya,” kata Adilah.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Putih, Hayuddin mengapresiasi pelaksanaan KKN Tematik UHO diotoritanya. “Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik di Desa Batu Putih,”

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadikan desa ini menjadi desa wisata yang mandiri secara ekonominya,” pungkasnya. (wan)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *