Metro Kota

Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Bibit di Kawasan Pesisir Kelurahan Mata

977
×

Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Bibit di Kawasan Pesisir Kelurahan Mata

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan melaksanakan penanaman Mangrove di Kelurahan Mata.

BERITA LENSA — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga ekosistem pesisir.

Mewakili Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, secara resmi membuka sekaligus memimpin aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026.

Aksi lingkungan ini mendapat dukungan luas dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Kendari, perwakilan instansi vertikal, sektor perbankan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Membacakan sambutan Wali Kota Kendari, Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa Pemkot Kendari memberikan perhatian penuh pada pelestarian lingkungan sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, Amir menekankan bahwa mangrove bukan sekadar tanaman pesisir biasa, melainkan aset investasi jangka panjang.

“Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir, menjaga produktivitas laut, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati ekosistem yang lestari,” ujar Amir Hasan.

Ia menambahkan, sebagai daerah yang tumbuh mengelilingi Teluk Kendari, keberadaan mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami dari bahaya abrasi, penahan gelombang, dan pemecah intrusi air laut.

Tak hanya itu, kawasan ini menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati seperti ikan, kepiting, udang, hingga burung pesisir.

“Mangrove adalah bagian dari identitas geografis Kota Kendari yang wajib kita pertahankan,” tegasnya.

Selain manfaat ekologis langsung, Sekda juga membeberkan peran vital mangrove dalam mitigasi perubahan iklim global. Secara ilmiah, mangrove diakui sebagai salah satu penyimpan karbon (blue carbon ecosystem) paling efektif dibandingkan mayoritas hutan daratan.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata keterlibatan Pemkot Kendari dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya Tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan ke-14 (Ekosistem Lautan).

Di akhir arahannya, Amir mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan aksi ini bukan sekadar berapa banyak bibit yang ditancapkan ke tanah, melainkan bagaimana komitmen bersama dalam merawatnya hingga tumbuh menjadi hutan yang sehat.

Ia mengajak seluruh kolaborator—mulai dari elemen pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga warga lokal—untuk menjadikan pelestarian mangrove sebagai gerakan kolektif.

Pemkot Kendari berkomitmen akan terus memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui sinergi lintas sektor.

“Harapan kita, setiap pohon yang ditanam hari ini menjadi warisan lingkungan yang melindungi pesisir Kota Kendari sekaligus bukti nyata kepedulian kita bagi masa depan anak cucu kita,” pungkasnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *