LENSATIMOR.COM – Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menggelar rapat koordinasi kerja untuk menyusun arah strategis tahun 2026.
Fokus utama dari rapat ini adalah menjadikan percepatan akses keuangan sebagai kunci utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa akses keuangan yang inklusif merupakan fondasi utama.
Menurutnya, inklusi keuangan akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan keuangan formal.
“Akses keuangan adalah fondasi utama untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan,” kata Sudirman pada (10/12/25).
Wawali berharap TPAKD Kota Kendari dapat melahirkan program-program konkret yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Program-program tersebut akan difokuskan pada kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM dan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat lainnya.
“Kita ingin TPAKD tidak hanya berhenti pada rapat dan perencanaan, tetapi menghasilkan program nyata yang bisa membantu UMKM, pelaku usaha kecil, dan masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan pelaku usaha.
Seluruh program strategis yang dibahas akan dituangkan dalam rencana aksi TPAKD tahun 2026 dan siap diimplementasikan mulai awal tahun mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan mengenai mekanisme penilaian TPAKD Award.
Ia mengklasifikasikan TPAKD ke dalam dua kategori: TPAKD Existing (dibentuk hingga Juli 2022) dengan jumlah 409 tim dan TPAKD New Comer (dibentuk setelah Juli 2022) dengan jumlah 143 tim.
Bismi menambahkan, aspek input dalam penilaian memiliki bobot 20 persen untuk TPAKD Existing dan 30 persen untuk TPAKD New Comer.
“Bobot penilaian TPAKD Existing dan TPAKD New Comer ini menjadi dasar evaluasi efektivitas program dan kinerja TPAKD di daerah,” tegasnya.
Dalam rakor tersebut, TPAKD Kota Kendari memaparkan sejumlah strategi percepatan, meliputi: Penguatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pengembangan layanan keuangan digital, dan Optimalisasi peran agen layanan keuangan hingga tingkat kelurahan.
Rakor ini juga menekankan pentingnya edukasi keuangan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya praktik pinjaman online ilegal.
Pemerintah Kota Kendari bersama OJK dan perbankan berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi keuangan secara berkelanjutan.
(Ariani)











