Pendidikan

LPPM UHO Bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Kendari Gelar Pelatihan Manajemen Karir, Dorong Siswa Tentukan Pilihan Masa Depan

2029
×

LPPM UHO Bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Kendari Gelar Pelatihan Manajemen Karir, Dorong Siswa Tentukan Pilihan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Dosen UHO foto bersama siswa SMK Negeri 1 Kendari.

LENSATIMOR.COM, KENDARI – Manajemen karir sangat dibutuhkan bagi siswa SMK untuk membantu dalam mengambil keputusan memilih karir.

Bagi siswa SMK ada tiga hal pilihan karir yang dapat direncanakan, yaitu berwirausaha, bekerja atau melanjutkan kuliah.

Pengetahuan bagaimana memanajemen karirnya sangat dibutuhkan, yang dimulai dari perencanaan karir, melaksanakan karir dan mengevaluasi karirnya.

Perencanaan karir sangat dibutuhkan bagi siswa SMK untuk membantu dalam mengambil keputusan antara bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan kuliah.

Memilih jenis studi lanjut dan pemilihan rencana kerja sangat penting agar tidak terjadi keputusan yang salah dalam menentukan pilihan karirnya.

Kondisi demikian, di lapangan masih banyak ditemukan siswa yang bingung akan karir apa yang akan dijalani di kemudian hari.

Untuk mendukung itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Kendari mengadakan pelatihan Manajemen Career Coaching, Rabu (27/09/2024).

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan sebagai bentuk pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dosen yang terlibat dalam program pelatihan ini adalah, Dra. Erny Harjaty., M.Hum selaku ketua PKM, anggota Dr. Nanik Hindaryatiningsih., S.E., M.Si., Asriyani Mulia Basri, S.E., M.Hum dan La Ode Safarudin, S.Pd. M.Si.

Program PKM ini juga dibantu oleh sejumlah mahasiswa diantaranya Ida Rochana Sarfah, Wahid Al Fatah, Ferina Asyifa Aulia dan Herlyani Suherman.

Dra. Erny Harjaty sebagai ketua mengungkapkan bahwa tujuan dilakukan program PKM dengan bentuk pelatihan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengambilan keputusan karir siswa SMK, dengan menggunakan metode pelatihan self-management (manajemen diri) dengan kombinasi dari metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab serta adanya evaluasi program secara online diakhir sesi.

Pelatihan semacam pelatihan self-management (manajemen diri) ini penting bagi para siswa sebelum mengambil keputusan akan karir yang dipilihnya.

Pelatihan diikuti oleh 100 orang siswa dari beberapa jurusan yang berbeda (Teknik Komputer dan Jaringan dan Akuntansi (Akuntansi Keuangan, Manajemen dan Bisnis).

Drs. Ali Koua selaku Kepala Sekolah mengatakan bahwa pelatihan Manajemen Career Coaching itu sangat penting untuk mencapai kesuksesan.

Sebab selama ini para siswa belum memiliki gambaran karir ataupun menentukan pilihan karirnya. Karir siswa masih diatur oleh orang tua/keluarga.

“Saya berharap ke depannya kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk meningkatkan kemampuan SDM para siswa dalam memanajemen dirinya dalam mengambil keputusan atas karir yang dipilihnya,” ungkap Ali (28/09/24).

Selanjutnya Dr. Nanik H. Mengatakan bahwa karir merupakan suatu kebutuhan yang dianggap penting dalam hidup individu.

Keputusan tentang karir sangat penting karena karir merupakan pekerjaan utama yang akan ditekuni setiap orang sepanjang hidupnya, sebagai perwujudan diri dalam menentukan tujuan dan dalam menjalankan hidup.

Sehingga setiap individu yang dalam hal ini membutuhkan manajemen diri yang baik sesuai bakat dan keahlian pada bidang yang ditekuni.

Pada proses mencapai tujuannya, setiap individu harus memiliki penguasaan keterampilan dan berbagai aspek guna mendukung individu pada proses pencapaian karir hingga sukses.

Kesuksesan dalam Pada siswa Sekolah Menengah Keguruan (SMK), perencanaan karir sudah dapat dilakukan.

Adanya perencanaan karir pada siswa akan membantu dalam memilih berbagai pilihan untuk studi lanjut dan pemilihan rencana kerja atau berwirausaha.

Perencanaan karir merupakan proses identifikasi dan mengambil langkah karir pada setiap individu.

Pada siswa SMK akan diberikan pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan setiap siswa untuk meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya, selain itu mempersiapkan siswa agar dapat bekerja atau berwirausaha, pungkas Nanik doktor manajemen pendidikan.

Sebenarnya di sekolah, perencanaan karir dibantu oleh guru bimbingan konseling. Bantuan tersebut dapat berupa informasi, bimbingan karir, dan merencanakan karir selanjutnya. Bimbingan karir untuk mengetahui potensi yang dimiliki individu, informasi mengenai kehidupan di dunia pekerjaan, penempatan kerja atau informasi-informasi yang berkaitan dengan pilihan pendidikan lanjut.

Bantuan bimbingan karir, umumnya diberikan kepada siswa tingkat akhir, hal ini untuk membantu siswa dalam merencanakan dan memutuskan karir yang akan ditekuni.

Namun faktanya banyak ditemukan para siswa kurang mempunyai perencanaan karir yang matang setelah lulus.

Akibatnya siswa mengalami perasaan tertekan pada saat memasuki jenjang perguruan tinggi atau saat bekerja/berwirausaha.

Siswa terpaksa memenuhi tuntutan akademis dan pekerjaan pada bidang yang sebenarnya tidak mereka sukai. Siswa mengalami kebingungan saat menentukan karir mereka di masa depan).

Siswa pun belum memahami luaran yang sebenarnya setelah mereka lulus dari SMK, mereka hanya berorientasi pada nilai yang mereka dapat saat ujian akhir.

Kurangnya sosialisasi karir oleh bimbingan konseling dikarenakan padatnya jam pembelajaran pada kelas 3 (tiga) SMK.

Siswa akan merasa kebingungan mengenai berbagai pilihan karir karena minimnya informasi karir dan pendidikan yang mendukung karir siswa, Ungkap Nanik selanjutnya yang juga doktor manajemen pendidikan.

Selanjutnya, materi pelatihan yang meliputi perencanaan karir, melaksanakan karir dan mengevaluasi karirnya disampaikan oleh Dra. Erny Harjaty dan Dr. Nanik Hindaryatiningsih, S.E., M.Si, dkk.

Keduanya merupakan dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dari jurusan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Akuntansi.

Para pemateri menekankan bahwa semua orang, khususnya siswa, harus dapat melakukan manajemen diri bagi karirnya dengan baik agar cita-citanya dapat tercapai.

Manajemen waktu merupakan keharusan bagi semua manusia, karena manusia akan rugi jika tidak dapat mempergunakan waktu dengan baik.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam rangka melakukan manajemen diri, maka seseorang harus memulai dari menetapkan tujuan atau cita-cita.

Setelah itu melakukan evaluasi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengetahui kelebihan (strenghts) dan kelemahan (weaknesses) diri, selanjutnya melakukan analisis peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dalam rangka menggapai cita-cita. Berawal dari evaluasi inilah seseorang mulai menyusun rencana diri dalam kehidupannya.

Acara diakhiri dengan latihan melakukan evaluasi diri dan melakukan analisis terhadap hasil evaluasi dirinya.

Kemudian para peserta juga diajak untuk menyusun rencana diri dalam menggapai cita-cita mereka, kata Dr. Nanik H.

Dari hasil evaluasi kepuasan kegiatan, para peserta memberikan feedbaik yang baik bahwasanya kegiatan ini memberi wawasan baru bagi mereka terkait peningkatan kemampuan SDM.

Para peserta berharap kegiatan pelatihan ini terus berlanjut lagi ke depannya, kata salah satu siswa, Miftah yang memiliki cita-cita bekerja sambil kuliah (Learning by doing).

Kegiatan PKM ini juga sangat penting bagi mahasiswa sebagai pembelajaran ketrampilan hidup bagi para mahasiswa dalam mengorganisir kegiatan dan mengimplementasikan ilmunya, kata Ida mahasiswa pendidikan akuntansi semester 6.

Laporan : Nanik Hindaryantiningsih

Editor : Cici Purnamasari 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *