Metro Kota

Pemkot Kendari dan Pertamina Sidak 4 SPBU, Warga Diimbau Tak Panic Buying

1019
×

Pemkot Kendari dan Pertamina Sidak 4 SPBU, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Pemkot Kendari bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta tim pengawas Dinas Perindagkop menggelar inspeksi mendadak (sidak) di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Jumat (7/8/2026).

BERITA LENSA — Pemerintah Kota Kendari bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta tim pengawas Dinas Perindagkop menggelar inspeksi mendadak (sidak) di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Jumat (7/8/2026).

Sidak yang menyasar SPBU Martandu, SPBU Tapak Kuda, SPBU Teratai, dan SPBU Kongoasa ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus menelusuri pemicu utama penumpukan antrean kendaraan di wilayah Kota Kendari.

Faktor Utama Antrean di Lapangan

  • Meningkatnya Panic Buying: Hasil pemantauan menunjukkan antrean bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan perubahan perilaku konsumen. Rata-rata pembeli Pertalite yang biasanya mengisi Rp150 ribu hingga Rp200 ribu kini cenderung mengisi tangki penuh (full tank). Perilaku ini memperlama waktu pelayanan menjadi 3 hingga 5 menit per mobil.
  • Migrasi Konsumen: Terjadi peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite. Hal ini terlihat di SPBU Tapak Kuda yang relatif lengang karena tidak melayani penjualan Pertalite.

Guna mengurai antrean dan menjaga efisiensi distribusi, Hiswana Migas mengusulkan agar Pemkot Kendari menerbitkan surat edaran pembatasan harian BBM bersubsidi:

  • Kendaraan roda empat: Maksimal 50 liter per hari.
  • Kendaraan roda dua: Maksimal 10 liter per hari.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kendari, Wawan Astanto, menegaskan bahwa stok BBM dari PT Pertamina Patra Niaga dalam posisi sangat aman sehingga masyarakat tidak perlu risau.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM di Kota Kendari masih mencukupi. Antrean terjadi lebih karena meningkatnya volume pembelian, bukan kelangkaan pasokan. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyaring informasi dan hanya merujuk pada sumber resmi pemerintah,” tegas Wawan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Kendari bersama Pertamina dan Hiswana Migas akan mengintensifkan sidak berkala serta memperluas sosialisasi agar penyaluran BBM bersubsidi semakin tepat sasaran dan merata.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *