Ekonomi & Bisnis

Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Dinas Ketapang Kendari Siapkan Cadangan Pangan dan Distribusi Bibit Cabai

997
×

Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Dinas Ketapang Kendari Siapkan Cadangan Pangan dan Distribusi Bibit Cabai

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran didampingi Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu.

BERITA LENSA – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah ancaman kemarau panjang akibat perubahan iklim, sesuai dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan pangan menjadi prioritas utama agar stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat tetap terjaga meskipun dinamika perubahan iklim memicu kekeringan di beberapa wilayah.

“Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan potensi kemarau panjang seperti yang disampaikan BMKG, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya melalui penyiapan cadangan pangan pemerintah, di mana Kota Kendari saat ini sedang memproses penyiapan cadangan tersebut,” ujar Abdul Rauf, Kamis (23/07/2026).

Selain menyiapkan cadangan pangan, pemerintah pusat Kota Kendari juga mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pokok melalui program gerakan pangan murah  yang digelar secara masif hingga ke tingkat kelurahan.

Tak hanya itu, kolaborasi dan inovasi terus ditingkatkan melalui program Sinergitas Pengendalian Inflasi Lewat Kios Pangan (Si Indah). Saat ini, Kota Kendari telah memiliki kurang lebih 200 Kios Pangan yang tersebar di wilayah kota.

“Dengan hadirnya inovasi-inovasi ini, masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan bahan pangan. Apalagi untuk sektor beras, Kota Kendari alhamdulillah sudah mencapai swasembada beras,” terangnya.

Sebagai bagian dari intervensi pemerintah pusat dan daerah, Kota Kendari juga mengucurkan bantuan pangan secara berskala. Pada alokasi dua hingga tiga bulan terakhir, bantuan pangan telah disalurkan kepada lebih dari 27.000.

Guna memperkuat ketahanan pangan skala rumah tangga, Dinas Ketapang juga aktif mengedukasi warga untuk memanfaat halaman atau teras rumah sebagai lahan tanam mandiri.

“Dalam waktu dekat, khususnya komoditas cabai, kami akan menyalurkan 1.000 bibit cabai kepada masyarakat yang tergolong miskin ekstrem serta keluarga berisiko stunting. Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi, sehingga penanaman mandiri ini diharapkan bisa meringankan beban dapur warga,” jelas Abdul Rauf.

Langkah jangka panjang yang tak kalah penting adalah gerakan melestarikan dan membudayakan konsumsi pangan lokal.

Abdul Rauf menegaskan pentingnya mengedukasi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga mengonsumsi pangan lokal khas daerah seperti Sinonggi, Kabuto, dan Kasoami (SIKAT).

“Pangan lokal kita seperti Sinonggi bahkan sudah go international. Kita harus ingat bahwa sebelum beras menjadi makanan pokok utama, leluhur kita mengonsumsi sagu dan ubi-ubian. Budaya pangan lokal ini harus terus kita lestarikan,” tambahnya.

Abdul Rauf optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat melalui penguatan cadangan pangan, inovasi distribusi, hingga pemanfaatan pangan lokal, Kota Kendari dapat melawati tantangan kemarau panjang tanpa mengalami krisis pangan.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *