Metro Kota

Perkuat Pengawasan Program MBG, Pemkot Kendari bakal Gelar Rakor Rutin Lintas Sektor

993
×

Perkuat Pengawasan Program MBG, Pemkot Kendari bakal Gelar Rakor Rutin Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Pemkot Kendari menjadwalkan rapat koordinasi (rakor) lintas sektor secara berkala untuk mengevaluasi kinerja program sekaligus mengatasi berbagai kendala di lapangan program MBG.

BERITA LENSA – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan manfaatnya dirasakan secara optimal oleh para pelajar.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Kendari menjadwalkan rapat koordinasi (rakor) lintas sektor secara berkala untuk mengevaluasi kinerja program sekaligus mengatasi berbagai kendala di lapangan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, di Ruang Kerja Wali Kota Kendari pada Senin (27/7/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Ketua DPRD Kota Kendari, Sekretaris Daerah, Asisten I, Inspektur Kota Kendari, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tenggara Maharanny Puspaningrum, Tim Satgas MBG Kota Kendari, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perikanan.

Dalam kesempatan itu, Kepala KPPG Kendari Mulyadi melaporkan perkembangan signifikan terkait pelaksanaan Program MBG di wilayahnya.

Dari target 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 36 unit telah resmi beroperasidengan cakupan penerima manfaat mencapai sekitar 90 persen.

“Kami melaporkan progres pelaksanaan MBG, termasuk capaian layanan yang sudah mencapai sekitar 90 persen. Selain itu, kami mengusulkan rakor rutin bersama seluruh stakeholder untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan, rakor yang direncanakan bergulir pada awal Agustus mendatang akan melibatkan seluruh pengelola SPPG, mitra kerja, serta instansi terkait. Isu-isu strategis yang bakal dibahas mencakup:

  • Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal.
  • Rantai pasok bahan pangan dan stabilitas harga.
  • Keterlibatan pelaku usaha serta tenaga relawan lokal dalam operasional SPPG.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak sekadar diukur dari angka capaian target, tetapi juga dari kualitas penyajian dan efektivitasnya. Ia meminta seluruh pihak untuk bersikap terbuka terkait masalah di lapangan.

“Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja. Kalau ada kendala di lapangan, segera sampaikan supaya bisa kita selesaikan bersama. Evaluasi menjadi bagian penting agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas Siska.

Guna mengoptimalkan penerimaan program oleh siswa, Wali Kota juga mengusulkan adanya pemetaan atau identifikasi mengenai preferensi makanan anak-anak.

Langkah ini dinilai krusial agar menu yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga bersahabat dengan lidah para pelajar sehingga tidak berujung pada pemborosan makanan (food waste).

“Jangan sampai makanan yang sudah dimasak dengan baik justru tidak dimakan. Kita perlu mengetahui menu yang disukai siswa agar program ini berjalan lebih efektif dan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkot Kendari siap memfasilitasi kebutuhan lintas sektor, termasuk percepatan proses perizinan yang menjadi kewenangan daerah serta dukungan skrining kesehatan bagi para relawan SPPG.

Rapat koordinasi lintas sektor yang dijadwalkan pada awal Agustus 2026 mendatang diharapkan mampu menyempurnakan sistem pelaksanaan pengawasan, menjaga ketepatan sasaran, dan memastikan Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang generasi muda di Kota Kendari.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *