Ekonomi & Bisnis

Pemprov Sultra, Bank Indonesia, dan Bank Sultra Bersinergi Dorong Ekonomi Daerah Melalui Ramadan Sultra Fest 2026

104
×

Pemprov Sultra, Bank Indonesia, dan Bank Sultra Bersinergi Dorong Ekonomi Daerah Melalui Ramadan Sultra Fest 2026

Sebarkan artikel ini
Ramadan Sultra Fest 2026 resmi digelar di Tugu Religi Eks MTQ, Kendari, mulai 21 Februari hingga 15 Maret 2026.

LENSATIMOR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, dan Bank Sultra kembali bersinergi mendorong ekonomi daerah, hal tersebut diwujudkan melalui soft opening Ramadan Sultra Fest 2026.

Event ini resmi digelar di Tugu Religi Eks MTQ, Kendari, mulai 21 Februari hingga 15 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Edwin Permadi, bersama Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar.

Ramadan Sultra Fest 2026 menghadirkan sekitar 30 tenan UMKM yang menawarkan beragam takjil hingga makanan berat untuk berbuka puasa.

Tak hanya menjadi pusat kuliner Ramadan, event ini juga menjadi wadah literasi keuangan melalui sosialisasi QRIS serta program CBP (Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah).

Edwin Permadi mengatakan, Ramadan Sultra Fest dirancang sebagai kegiatan yang komprehensif karena memadukan penguatan ekonomi, edukasi keuangan, dan syiar Ramadan.

“Event ini sangat lengkap. Tidak hanya jajanan UMKM, tapi juga ada pojok halal, layanan wakaf, hingga berbagai lomba seperti Ranking 1, hafalan surah pendek, dan lomba melukis QRIS,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (21/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan penukaran uang Rupiah selama Ramadan dengan mengecek jadwal melalui situs resmi BI atau laman pintar.bi.go.id.

Khusus Bank Sultra, turut disiapkan mobil kas keliling untuk melayani transaksi keuangan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Edwin menambahkan, karena masih tahap soft opening, pihaknya membuka ruang masukan dari masyarakat agar pelaksanaan ke depan semakin meriah. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan wakaf yang disediakan.

“Wakaf ini untuk membantu pembangunan tempat ibadah maupun panti asuhan. Bahkan disiapkan kopi gratis bagi masyarakat yang berwakaf,” tambahnya.

Menurutnya, Ramadan Sultra Fest juga menjadi momentum sosialisasi transaksi digital. Seluruh tenan UMKM yang terlibat telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.

“Ini Ramadan pertama saya di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kendari, dan saya sangat senang melihat antusiasme masyarakat,” ungkap Edwin.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi Pemerintah Provinsi Sultra yang didukung penuh oleh Bank Indonesia dan Bank Sultra.

Ia menjelaskan, fokus utama Ramadan Sultra Fest adalah menghadirkan UMKM penyedia takjil dan kuliner berbuka puasa sekaligus mendorong literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

“Sekitar 30 tenan hadir selama kurang lebih satu bulan. Selain kuliner, ada juga berbagai perlombaan seperti lomba ngaji, azan, dan lomba yang berkaitan dengan UMKM,” jelasnya.

Andri menambahkan, saat ini kegiatan masih dalam tahap soft launching. Grand launching nantinya akan digelar lebih besar dengan Pemerintah Provinsi sebagai penyelenggara utama.

Bank Sultra juga menyiapkan berbagai promo menarik guna mendorong transaksi digital. Salah satunya cashback Rp10.000 untuk setiap transaksi minimal Rp50.000 menggunakan layanan Bank Sultra.

Tak hanya itu, tenan dengan transaksi dan volume penjualan tertinggi selama periode program akan mendapatkan hadiah khusus dari Bank Sultra.

“Ini bagian dari upaya kami mendorong literasi dan inklusi keuangan serta penggunaan transaksi digital di masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bank Sultra juga menyalurkan 50 paket makanan gratis setiap hari bagi masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan Sultra Fest berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan geliat UMKM di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, semakin meningkat sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas. (Ariani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *