Nasional

Inovasi “Si-Indah” Pemkot Kendari Melenggang ke Lomba Inovasi BRIN RI

995
×

Inovasi “Si-Indah” Pemkot Kendari Melenggang ke Lomba Inovasi BRIN RI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, dr.Hj.Siska Karina Imran meninjau gerai pangan murah di Pelataran Balai Kota Kendari beberapa waktu lalu.

BERITA LENSA – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) terus meluncurkan terobosan strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok.

Salah satu langkah terdepannya adalah program inovatif bertajuk “Si-Indah” (Sinergitas Pengendalian Inflasi daerah lewat Pembentukahan Kios Pangan), yang kini resmi diikutsertakan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa lahirnya program Si-Indah berawal dari interaksi langsung dan keluhan masyarakat bawah yang kesulitan mendapatkan komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau.

Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf

“Setelah saya turun langsung ke masyarakat, ternyata banyak yang curhat: ‘Pak Kadis, kami resah. Untuk dapat beras murah susah, minyak goreng susah, gula pasir pun susah.’ Dari curhatan-curhatan itulah saya coba berinovasi, hingga lahirlah Si-Indah melalui pembentukan Kios Pangan,” ujar Abdul Rauf, Kamis (23/07/2026).

Dalam mengoperasikan Kios Pangan, Dinas Ketapang menjalin kolaborasi dengan Perum Bulog memfasilitasi untuk penyiapan beras murah di sudut-sudut kota.

Abdul Rauf menjelaskan, pada tahap awal peluncuran, program Si-Indah hanya menargetkan jangkauan terbatas di 11 kecamatan dan rencana kehadiran di 65 kelurahan Si-indah hadir.

Namun, antusiasme masyarakat serta tingginya dorongan kebutuhan pangan murah membuat perkembangannya melompat drastis.

“Ternyata hingga hari ini sudah berdiri kurang lebih 200 Kios Pangan yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat ini memberikan dampak yang sangat luar biasa,” tegasnya

Kehadiran Kios Pangan tak sekadar menjadi sarana distribusi, melainkan benteng utama pengendalian inflasi daerah.

Abdul Rauf membeberkan bukti konkret berdasarkan rilis data inflasi resmi pada bulan lalu. Komoditas beras yang selama ini kerap menjadi penyumbang utama inflasi berhasil ditekankan dan keluar dari daftar pemicu inflasi di Kota Kendari.

“Hasil rilis inflasi bulan lalu menunjukkan sektor pangan, khususnya beras yang biasanya selalu jadi penyumbang inflasi, kali ini keluar dari daftar penyumbang inflasi. Tidak ada lagi pemicu dari beras, yang tersisa kemarin hanya di sektor perikanan/ikan. Artinya, salah satu penyebab utamanya karena hadirnya Kios Pangan Si-Indah ini,” paparnya.

Dinas Ketapang Kota Kendari kini merancang perluasan jangkauan Si-Indah ke sektor perikanan melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan.

Ke depan, pemerintah berencana menghadirkan inovasi armada mobil pendingin keliling untuk mendistribusikan ikan segar murah langsung ke tengah masyarakat agar komoditas ikan tidak lagi memicu inflasi.

Mengakhiri keterangannya, Abdul Rauf menegaskan bahwa kunci sukses pembangunan dan pengendalian ekonomi di Kota Kendari terletak pada penerapan prinsip SKI: Sinergitas, Kolaborasi, dan Inovasi.

Penulis : Vebrian
Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *