Kesehatan

Sebut TBC “Silent Killer”, Pemkot Kendari Mulai Siapkan Kelurahan Siaga TBC

986
×

Sebut TBC “Silent Killer”, Pemkot Kendari Mulai Siapkan Kelurahan Siaga TBC

Sebarkan artikel ini
Pemkot menggelar Sosialisasi Implementasi Kelurahan Siaga TBC sebagai bagian dari percepatan Program Kendari Tuntas TBC.

BERITA LENSA – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menunjukkan komitmen serius dalam mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC). Mengingat TBC kerap menjadi ancaman tersembunyi (silent killer) yang mematikan namun sering diabaikan, Pemkot melalui Dinas Kesehatan menggelar Sosialisasi Implementasi Kelurahan Siaga TBC sebagai bagian dari percepatan Program Kendari Tuntas TBC.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, S.T.P., S.H., M.Si., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hj. Hasria, SKM., M.AP., di Aula Samaturu Balai Kota Kendari pada Jumat (24/7/2026).

Dalam arahannya, Sekda Kota Kendari Amir Hasan menegaskan bahwa pembentukan Kelurahan Siaga TBC tidak boleh berhenti pada seremoni atau sekadar pembentukan struktur di atas kertas.

Ia menuntut adanya pergerakan nyata di lapangan yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.

“Hari ini kita memasuki tahap yang sangat krusial, yaitu pelaksanaan dan pembuktian di lapangan. Kelurahan Siaga TBC harus berdampak langsung pada peningkatan penemuan kasus, pengobatan pasien hingga sembuh, pencegahan penularan, serta pelibatan aktif masyarakat,” tegas Amir Hasan.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa dibebankan semata-mata kepada sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan sinergi penuh dari lurah, camat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), fasilitas kesehatan, hingga kader masyarakat.

Amir Hasan menginstruksikan agar setiap lokus Kelurahan Siaga TBC memiliki indikator capaian yang terukur. Lurah diminta tampil sebagai penggerak utama di wilayahnya masing-masing.

“Setiap lokus Kelurahan Siaga TBC wajib memiliki target yang jelas dan terukur. Lurah sebagai pemimpin wilayah harus menjadi penggerak utama dengan merangkul potensi lokal, mulai dari RT/RW, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan, tanpa menyerahkan seluruh beban penanganan kepada Puskesmas,” tambahnya.

Pemkot Kendari mendorong agar seluruh jajaran menggeser orientasi kerja—dari sekadar menjalankan kegiatan menjadi berfokus pada hasil dan dampak nyata.

“Ukuran keberhasilan program Kendari Tuntas TBC sangat sederhana: semakin banyak kasus yang ditemukan dan disembuhkan, penularan berkurang, serta stigma negatif terhadap penderita TBC dapat terkikis,” ujarnya.

Gencar Skrining dan Lacak Kontak Erat

Guna merealisasikan target tersebut, Pemkot Kendari mendorong setiap kelurahan lokus untuk gencar melakukan skrining terhadap warga berisiko serta melacak kontak erat pasien TBC.

Langkah ini nantinya akan didukung oleh pengawasan ketat dari Puskesmas serta evaluasi berkala oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran penting lintas sektor, di antaranya: Lurah se-Kota Kendari, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kendari, Perwakilan SR dan IU Penabulu Kemitraan TBC, Penanggung Jawab Klinik dan Dokter Lapas Kelas IIA serta Lapas Perempuan Kelas IIA Kendari, dan Para kader kesehatan Kota Kendari.

Melalui penguatan komitmen bersama ini, Pemkot Kendari optimistis dapat mengikis stigma negatif di masyarakat sekaligus mewujudkan Kota Kendari yang sehat dan bebas dari TBC.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *