LENSATIMOR.COM, KENDARI – Sebuah kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu belum lama ini telah menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi warga sekitar, terutama anak-anak.
Namun, Pemerintah Kota Kendari melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Puuwatu memberikan respons cepat dan sigap dalam menangani para korban.
Desriatin, Penanggung Jawab Klaster 4 dan PPTK Puskesmas Puuwatu, menjelaskan bahwa Puskesmas Puuwatu bertindak sebagai koordinator lapangan, bekerja sama dengan Puskesmas Perumnas Mekar dan Rumah Sakit Antero untuk memberikan layanan medis.
“Tim medis telah disiapkan dengan jadwal yang terorganisir untuk memastikan penanganan yang efektif dan efisien,” kata Desriatin.
Puskesmas Puuwatu dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan, termasuk alat pengukur tekanan darah, serta ambulans yang dilengkapi dengan oksigen untuk keadaan darurat.
“Petugas medis di lapangan dibekali dengan peralatan medis lengkap untuk pemeriksaan awal para korban,” tambah Desriatin.
Menurut laporan tim dokter, gejala yang umum ditemukan pada korban kebakaran meliputi diare, gatal-gatal, dan demam pada anak-anak, sementara orang dewasa banyak yang mengeluh pusing dan lemas.
“Tim medis langsung memberikan pengobatan dan menyarankan pemeriksaan tekanan darah lebih lanjut untuk memantau kondisi kesehatan korban,” ungkap Desriatin.
Biolangu, seorang warga setempat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat dan bantuan yang diberikan oleh Puskesmas Puuwatu.
Ia mengungkapkan bahwa banyak anak-anak yang sakit dan bantuan medis yang diberikan sangat membantu meringankan penderitaan warga.
“Kecepatan dan kesigapan tim medis dalam memberikan pertolongan sangat berarti bagi kami yang terdampak kebakaran TPA Puuwatu,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi











