Pendidikan

Tim PKM Unsultra Kembangkan Usaha Produk Olahan Umbi Keladi di Desa Sindangkasih

18280
×

Tim PKM Unsultra Kembangkan Usaha Produk Olahan Umbi Keladi di Desa Sindangkasih

Sebarkan artikel ini
Tim PKM Unsultra foto bersama masyarakat Desa Sindangkasih usai pelaksanaan program Pengabmas di Desa tersebut.

LENSATIMOR.COM, KONAWE SELATAN – Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI memberikan bantuan dana hibah Pengabmas Kompetitif Nasional untuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terintegrasi dengan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) berbasis kinerja utama tahun 2024 kepada Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Tim PKM dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang diperoleh melalui Program Studi Manajemen dan diketuai oleh La Ode Abdul Manan S.E.,M.Si, dan anggota tim terdiri dari Dosen Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Hastian, S.TP.,M.Si. dan Dosen dari Kewirausahaan, Ridha Taurisma Lajaria, S.Si.,M.M.

TIM PKM Unsultra, melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sindangkasih l, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (21/08/2024) dengan mitra ibu-ibu anggota PKK Desa Sindangkasih.

Ketua TIM PKM, La Ode Abdul Manan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang ekonomi dan yang belajar berwirausaha khususnya kepada anggota tim penggerak PKK Sindangkasih dalam mengelola usaha dengan baik, dan meningkatkan omzet penjualan juga pendapatan, serta secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sindangkasih.

Dipilihnya Desa Sindangkasih sebagai tempat melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Tim PKM Unsultra, karena melihat tim penggerak PKK Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat cukup aktif dalam berkegiatan, dan Desa tersebut sebagai salah satu daerah petani penghasil Umbi Keladi.

“Akan tetapi juga mereka, dalam mengelola usaha belum dilakukan secara baik dan benar seperti dalam hal manajemen produksi dan manajemen usaha, karena kadang produksi tinggi dan kadang mereka stop produksi. Pemanfaatan umbi keladi yang dihasilkan oleh para petani dalam setiap musim panen yang begitu banyak dengan harga jual yang cukup murah,” ungkapnya.

“Melalui pendekatan yang interaktif dan praktis, Ibu-ibu anggota PKK diajarkan dan dilatih bagaimana cara mengolah umbi keladi dapat menjadi keripik dengan berbagai aneka rasa dan juga cara pengolahan umbi keladi untuk menjadi tepung sebagai bahan dasar cemilan yang sehat, sehingga kegiatan tersebut membantu perekonomian khususnya pada peningkatan pendapatan masyarakat Desa Sindangkasih,” tambahnya.

“Kita melatih mereka bukan hanya dipembuatan keripik tapi juga bagaimana caranya menggunakan alat tekhnologi tepat guna, yakni mesin pemotong, mesin penggiling, dan mesin pengemas. Kemudian diajarkan pengemasan keripik yang baik dan kedap udara agar dapat bertahan lama dengan kualitas yang baik sehingga harga jualnya juga pasti bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangkasih Ahmad Supena, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada tim PKM atas inisiatif mulia ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada para dosen dari Universitas Sulawesi Tenggara yang telah memberikan pembelajaran melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu anggota PKK Sindangkasih. Semoga ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didapat bisa diterapkan dan dikembangkan di Desa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim penggerak PKK Sindangkasih Wiwin Juaria, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan anggota tim penggerak PKK dalam berwirausaha pembuatan kripik Keladi dan Tepung Keladi.

“Kami dari tim penggerak PKK Kelurahan Lalolara mengucapkan terimakasih kepada Tim PKM Unsultra yang telah melaksanakan kegiatan ini, saya berharap kedepannya Tim PKM Unsultra dapat menggelar kembali kegiatan seperti ini sehingga kami juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan dalam berwirausaha,” tuturnya.

Suasana kegiatan yang berjalan lancar dan penuh antusiasme ini semakin meriah saat Ibu-ibu anggota PKK mengikuti praktik langsung pengolahan umbi keladi dengan alat teknologi tepat guna.

Tak hanya mendapatkan pengetahuan baru, Ibu-ibu anggota PKK juga diajak untuk berpartisipasi aktif, sehingga mereka benar-benar memiliki kemampuan keterampilan melalui cara-cara/langkah-langkah yang sederhana namun efektif.

Baik itu tehnik pengolahan umbi keladi maupun penggunaan alat tekhnologi tepat guna.

Kegiatan PKM ditutup dengan penyerahan alat dan bahan, antara lain Mesin Pengiris, Mesin Penggiling, dan Mesin Pengemas, dll. untuk memfasilitasi program ekonomi kreatif Ibu-ibu anggota PKK Desa Sindangkasih. Momen ini kemudian diabadikan dengan foto bersama yang menandakan kesuksesan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, TIM PKM Unsultra menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kewirausahaan kepada Ibu-ibu anggota PKK.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *